Kamis, 29 Desember 2022

GAGASAN PERUBAHAN

 GAGASAN PERUBAHAN


Mardigu Wowiek: Meretas Diri untuk Berinovasi | Endgame S2E12

 https://www.youtube.com/watch?v=LVgv5rRPZ9s



Meretas Diri untuk Berinovasi 


Memprograming  diri sendiri

Self talk – tindakan – habit – pola pikir -  self talk

Self talk: kita bisa, kita bersatu, kita maju, sayarakat kita baik, kita sejahtera, pemerintah jujur, saya jujur, Tuhan baik, ini mudah, ini sekarang,   saya lakukan sekarang, dll.

Ngomong  baik kepada diri sendiri. Jadi energy yang keluar   itu kekal.    Kita  harus  meradiasikan energi positif.  Saya  harus  mengubah  diri saya  sendiri.    Jangan salahkan masa lalu.  Apa kita sekarang  lebih penting daripada apa kita  kemarin.   Freu membuat orang membuat alas an. “Saya  begini karena ini……”

Dalam Psikologi, ada 2 tokoh yang penting yakni Sigmund Freud yang mengatakan bahwa  perilaku kita hari ini karena perilaku kita kemarin. 

 

Kedua, Adler  yang mengatakan bahwa  apa yang kau lakukan hari ini tergantung apa yang  kau ingikan di masa  depan.

Kita  perlu berpikir  sekarang  dank e  masa  depan.

 

Kita perlu bermimpi, berimaginasi bahwa  saya  bisa, saya  kaya, saya sehat, hutan melimpah,  orang cerdas, masyarakat sejahtera, saya  menjadi pemimpin yang  baik, memori saya  baik.

Maka   kita  perlu  mengubah diri (change yourself) . 

Indonesia ;  68 % safety player    sedangkan     32 % risk taker

Amarika: 70 % risk taker, 30 % safety player.

 

Kita  perlu meniru Cina.

Strategi Hacking: Imitating (meniru).  Ala  biasa  karena  biasa.

Segala sesuatu  yang  bagus  ditiru.

ATM = Amati Tiru Modifikasi .


******

https://www.youtube.com/watch?v=6BMIM5iwI9s


Menurut Connie Bakrie,  daya jual tenaga kerja Indonesia lebih rendah daripada tenaga kerja asing karena   tenaga kerja Indonesia  banyak menghabiskan  waktu untuk break, belanja keagamaaan, terutama  terutama terpotong  untuk berdoa (sholat). Bayangkan  sembayang lima  waktu orang Islam dinilai  memangkas produktivitas kerja. 

JPS, 24 Januari 2023.

Minggu, 25 Desember 2022

FILSAFAT TIMUR DAN FILSAFAT BARAT - MANURUT ROMO MAGNIS, SJ

 FILSAFAT TIMUR  DAN FILSAFAT BARAT  - MANURUT ROMO MAGNIS, SJ

https://www.youtube.com/watch?v=lXAwRUQ5fbQ

Romo Magnis sangat piawai  mengenail Filsafat.  Apa perbedaan antara Filsafat Barat dengan Filsafat Timur (Filsafat Jawa)?

Itu tidak gampang diperbandingkan.  Ada perbedaan prinsip antara Filsafat Barat dengan Filsafat Timur.  Filsafat yang lebih kuno adalah Filsafat yang di India.  di Cina, mungkin juga di Jepang.  Tentu Budhisme ada Filsafatnya.  Filsafat Jawa, pemikiran Jawa yang kita  bisa baca dalam serat -serat,  segalam macam kisah  mengenai Werkuidara, dan sebagainya.  Itu Filsafat mendalam. 

Filsafat Barat mulai dengan Filsafat Yunani.  Di situ terjadi sesuatu ynag khas , katakan saja mulai dengan Filsuf sebelum Plato,  mereka itu mengem,bangkan Filsafat sebagai Kritik  terhadap pemikiran tradisional  Yunani agama  yang dangkal, mengembangkan Bahasa khusus  sehingga Filsafat menjadi ilmu insider (orang dalam).  Tak mungkin orang berdebat dengan Plato kalau  tidak tahu itu. 

Sedangkan Filsafat Timur, itu terbuka bagi semua.  Itu bisa dimiliki oleh rakyat, dalam arti ini,  Jawa, seperti tradisional India,  tidak punya  ilmu Filsafat   yang hanya dimengerti orang yang  sudah tahu bahasa dan sebagainya.  Dalam arti ini sulit diperbandingkan.  Tapi kalau kita membaca misalnya buku  Filsafat Jawa  yang terkenal banyak di sini yang mengaguminya , di situ ada pandangan mengenai dunia yang sangat menarik . Jadi , saya kemudian juga dalam Dewa Ruci  atau dalam serat-serta  lain.  Di situ ada suatu perasaan yang mendalam tentang realitas. 

Jadi, Filsafat Jawa,  Filsfat Eropa, kemudian masih dipengaruhi oleh munculnya  agama, wahyu . Agama Wahyu adalah  agama yang dimulai dengan Abraham. lalu agama Yahudi, Agama Kristiani, Agama Islam.  Filsafat semula  mau menjawab  pertanyaan  arti dan makna kehidupan. Nah, begitu Wahyu datang,  Allah berbicara, Filsafat Out.  Filsafat mengembangkan. yang menurut saya sekarang  menjadi hakekatnya  mengembangkan diri sebagai ilmu kritis artinya yang  mengritik pemikiran yang tidak benar.  Filsafat tentu tidak pertama-tama menawarkan kebenaran  .



Bahasa Jawa itu kompleks bukan hanya karena ada  ada tingkatannya: ngoko, kromo, kromo ingil yang betul-betul harus dipakai  tetapi struktur Bahasa Jawa sangat berbeda dari struktur Bahasa Jerman. 

Metode belajar Bahasa Jawa,   tidak belajar kata tapi mengulangi kalimat-kalimat yang khas diulangi   dengan 20 kali dengan suara keras. Lama-lama  seseudah beberapa  bulan kog, nggak maju-maju . Merasa seperti di terowongan,  belajar terus  belajar, koq nggak maju-maju.  Sesudah 9 bulan, saya merasa saya  sudah keluar dari terowongan  dan mendadak bisa  bicara.  Belum lancar betul tetapi  konstruksi kalimat yang khas Jawa , saya ikut merasakan, rasa itu yang penting.  Lalu saya 3 bulan  tidur di Desa Boro, Kulon Progo.   Paroki itu hanya  ada orang Jawa,  ngomong Bahasa Jawa. Di situ saya  mengalami sesuatu yang menarik.   (JPS, 26 Desember 2022) 


Di Indonesia, Filsafat diremeshkan.  Buktinya, Filsfata hanya diajarkan di beberapa  kampus / Univesitas,  sebutkan UI dan UGM. Kalau di  Barat (Jerman?), Filsafat diajarkan di setiap universitas. 

Filsafat tidak bisa menggerakan sesuatu tetapi Filsafat bisa dijadikan  sebagai garam yang melezatkan atau  cahaya yang menerangi lorong gelap kehidupan  atau cabai  untuk merangsang pemikiran.  Dalam  arti ini kita memerlukan lebih banyak filsuf  dan juga  ilmuwan lain yang tahu mengenai Filsafat. 

Komunisme menjadi sistem yang keras

 (JPS, 26 Desember 2022) 


__________

Apa perbedaan budaya Timur  dan Barat?

https://www.youtube.com/watch?v=kIefHm-J5ls

Dalam kaitan dengan kerja, orang Barat sangat disiplin. Orang Barat sangat serius,  hidup  untuk  kerja. Sedangkan orang Timur, bersikap santai,  kerja untuk hidup.  (Menunutr Melani, perempuan Swiss  yang menikah dengan orang Indonesia (Jember / Banyuwangi, Jawa Timur).

Selain itu orang Barat menekankan formalitas, misalnya  ijasah, bukan hanya  ketrampilan. 

Orang Barat menekankan pendidikan, seangkan orang Timur menekankan agama.

Orang  Barat menekankan individualitas, orang Timur menekankan komunitas.

Orang Barat agak dingin, kaku, orang Timur ramah, suka  bergaul , berkumpul.

Orang Barat, kalau kerja ya  kerja,  jangan lebih banyak  main HP. Kalau ngobrol jangan banyak  lihat HP.


JPS, 28 Agustus 2023.

__________________________________________________________






Selasa, 13 Desember 2022

KRITIK PROF KOENTJARANINGRAT TERHADAP MANUSIA INDONESIA


KRITIK  PROF KOENTJARANINGRAT TERHADAP MANUSIA INDONESIA


 “Mental manusia Indonesia itu tidak suka berpikir logis, tidak suka berusaha dengan gigih dan tekun, suka meremehkan mutu, suka menerabas, tidak percaya diri, tidak disiplin, dan suka mengabaikan tanggungjawab,” ujar Prof. Koentjaraningrat.


Baca selengkapnya: https://rumahfilsafat.com/2022/11/29/revolusi-spiritual/

JPS, 14 DESEMBER 2022