PIDATO PERSATUAN PEMIMPIN INDONESIA
1. Pidato Ridwan Kamil - Gubernur Jawa Barat - tentang Pancasila
Di negri ini ada 2 kelompok yang melihat perbedaan. Kelompok pertama melihat perbedaan itu sebagai rahmat, sebagai kekayaan. Di sana saya ada bersama seluruh para hadirin yang hadir di sini. Saya yakin. Tapi kita juga menemukan kelompok kedua yang melihat perbedaan sebagai sumber kebencian. Mereka ingin mempersamakan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipaksa dipersamakan. Inilah rute menuju kehancuran. Dari kebencian di hati, akan lahir yang namanya hasutan, di media sosial, di koran-koran, di pamflet-pamflet. Dari hasutan, pasti berujung pada kerusuhan-kerusuhan, dan jika rususuhan tidak bisa dikendalikan, di situlah bibit lahirnya peperangan. Jika peperangan tidak bisa dihentikan maka sebuah kesepakatan agung yang bernama berbangsa dan bernegara pasti bubar jalan. Negara Yugoslavia Allah sudah tunjukkan, dulu hadir, sekarang sudah hilang karena etnisitasnya tidak ada sila ketiga, persatuan, maka menjadi etnisitas Serbia, Bosnia , Kroatia dan negara-negara kecil lainnya. Dulu, India proklamasi sama dengan kita, indonesia, tapi Hindu dan Islam tidak bisa bersatu. Dalam kesepakatan yang Islam membentuk Pakistan. Pkistan sudah Islam semuanya masih juga belum bisa melakukan perdamaian antara mereka sendiri maka lahirlah negara Bangladesh. Jadi, di masa kita hidup, sebenarnya Allah sudah memperlihatkan di depan mata kita kalau yang namanya Pancasila itu tidak kita jaga maka rute kehancuran itu sudah di depan mata.
Sumber: WAG - Projo, diposting oleh Ibu Patricia Endang). JPS, 5 Juni 2023.
Di manakah negara yang energi terbarukannya - matahari yang panas, air mengalir , panas bumi , angin yang besar untuk dijadikan energi jumlah resource yang paling besar ada di negara? Indonesia. Coba , suatu hari listrik ini bukan dari PLN Batubara, suatu hari listrik ini dari matahari atau panas bumi. Tahun 2050 Indonesia akan memiliki 400 GW sumber energi dari Tuhan. 300 jutanya hanya mengkonsumsi setengahnya. Jadi suatu hari Indonesia mengekspor jadi malaikat . Hari ini kita harus bersyukur. Eropa , kalau Magrib pada mati lampunya. Mengapa? Karena lampunya pakai gas. Gasnya berasal dari Rusia. Rusia menutup saluran gas ke Eropa karena perang. Maka Eropa gelap di malam hari. Di nggris ada orang makan sekali sehari karena sembakonya naik 3 kali lipat, BBM naik 4 kali lipat. Demonstrasi di mana-mana. Kita bersyukur. Maka kalau orang Indonesia tidak mensyukuri apa yang tadi saya sebutkan, menurut saya keterlaluan. Nah, kesimpulannya, jika mau menuju Indonesia yang juara, Indonesia yang hebat, itu perbaiki yang kurang-kurangnya, betul? Kurangi julidnya (?), perbaiki IQ nya kira-kira begitu tapi pertahankan optimismenya, ahli sedekahnya, dll. Mimpi Indonesia juara di 2045 gagal kalau kita suka bertengkar. Beda PILPRES bertengkar padahal Allah sudah mentakdirkan siapa yang dipilih jadi Wali kota Bogor, siapa yang dipilih jadi Gubernur Jawa Barat, siapa yang dipilih menjadi Gubernur DKI, siapa yang dipilih menjadi Presiden tahun 2024. Allah sudah tentukan di kitab ketetapan menurut keyakina kami sebagai seorang Islam yang namanya Lauhul Mahfudz ya. Kita tinggal menjemput. Cara menjemputnya saya titip netizen, pendukung dengan cara baik, fastabiqul Khoirot . Demokrasi berlomba-lombalah tunjukkan kebaikan bukan menunjukkan negative and black campaign menang, lawan keburukannya , aibnya dipertontonkan, dibuka. Tidak boleh seperti begitu. Setuju ya. Kamu yang di sini jangan menjadi golongan yang menyiram bensin tapi jadilah golongan yang menyiram air. Jadikan PEMILU itu seperti PON. Lima tahun sekali kita bertanding, sleding, tekel, baku senggol lalu setelahnya medali emas, perak dibagikan , kita salaman lagi, kita ngopi lagi , kita berteman lagi. Jangan baperan jadi konstituen. Pak Prabowo sudah gabung Pak Jokowi tapi pendukungnya terbukti belum bisa move on. Saya doakan gebnerasi Z nih , generasi Z ini memahami itu. Kami lelah bertengkar, jangan diulangi. Kita doakan. Percaya, Tuhan sudah menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin.
Sumber: WAG - Projo, diposting oleh Ibu Patricia Endang). JPS, 5 Juni 2023.