Rabu, 15 Juni 2022

KURIKULUM MERDEKA DAN KRITIK ATASNYA

KURIKULUM  MERDEKA DAN KRITIK ATASNYA


LAGU : KITA PELAJAR PANCASILA


JPS, 19 Oktober 2022

Sumber: WAG_ ALUMNI  SANKLA: https://web.whatsapp.com/


___

Info  Seputar  KUMER

[ KURIKULUM MERDEKA ]

WAG20220605


1. Buku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka - s.id/TJ-Kurikulum-Merdeka 

https://drive.google.com/file/d/1YZDdVqeuZHou31ZLz8CMZoMOlnLOlUIC/view

2. Kurikulum Merdeka - s.id/Kepmen-Kur-Mer 

https://s.id/Kepmen-Kur-Mer

3. Capaian Pembelajaran Revisi 2022 - s.id/CP-Rev-2022 

https://drive.google.com/file/d/15QSxsPyrvrPfiWC0DspQDcXSkQSTTqr2/view

4. Buku Teks Pelajaran Kurikulum Merdeka SD - s.id/B-Teks-Kurikulum-Merdeka 

https://drive.google.com/drive/folders/13HaeDrnQD_2BiHgO5nUhDOKVMdDJOk9t

5. Dimensi Profil Pelajar Pancasila - s.id/D-Profil-Pelajar-Pancasila 

 https://drive.google.com/file/d/15eIjfENMr7DHNQdBIdBKqSIzj-z-purS/view

6. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil  Pelajar Pancasila - s.id/Projek-Penguatan-PPP 

https://drive.google.com/drive/folders/1wfRTrQTGO5_DXvTnDZKiYUtC6kfg51tH

7. Panduan Pengembangan Profil Pelajar Pancasila Tahun 2022 -  s.id/Projek-Penguatan-PPP-2022

https://drive.google.com/file/d/145EN34sBHXW3YOLeIeLxukJtOJCVndO7/view

8. Referensi Modul Profil Pelajar Pancasila - s.id/Referensi-Modul-PPP 

https://drive.google.com/drive/folders/1ShIhtml9UwT4__IO0FYaMrazVZuF2QTh

9. Contoh Kurikulum Operasional Sekolah (KOSP) - s.id/Kurikulum-Operasional-Satuan-Pendidikan

      https://drive.google.com/drive/folders/1JUlgcayxMH8A7muLhuKx29vVbkm9p22O                        

10. Alur Tujuan Pembelajaran (Silabus) - s.id/Alur-Tujuan-Pembelajaran

https://drive.google.com/drive/folders/1-sm7sNUmhSbatY6DVVjNTjaFdak6bdJ0

11. Contoh Modul Ajar (RPP) - s.id/Modul-Ajar

https://drive.google.com/drive/folders/1KSNPlBLz7rGcC9ptXEoRRMa2mHb-lAML


12. Panduan Penilian / Asesmen - s.id/Panduan-Asesmen

https://drive.google.com/drive/folders/128HLbdW_LWo6Xqcc8FwqfKclZCQBAq3z

13. Panduan Pembelajaran &  Asesmen Th. 2022 - s.id/Panduan-Asesmen-2022 

https://drive.google.com/file/d/13ozvtPCWBG1CQWJ7F8zK6_3FH3OfmmQ8/view

14. Aplikasi Raport Nilai & Projek (Dapodik) - s.id/Rpt-Nyoman-Pasek

https://paseksmanda.blogspot.com/2021/11/rapor-sekolah-penggerak.html

15. Aplikasi Raport Nilai & Projek (Excel) - s.id/Rpt-Ayu-Chandra

https://drive.google.com/drive/folders/1Ja7RV0s_UWFrTkf1D9W3Ny4j-P1WvdUG

16. Kurikulum Paradigma Baru - Kurikulum Prototipe - Kurikulum Sekolah Penggerak - Kurikulum 2022 - s.id/kurikulum-merdeka

https://s.id/kurikulum-merdeka

#MerdekaBelajar #MerdekaMengajar #KurikulumMerdeka #IKM

_______

*  Untuk mendownloadnya klik pada tautan / link / teks warna biru.

☆ Beri bintang, supaya tidak terhapus.

♡ Izin share, semoga bermanfaat.

_______

Sumber: WAG : GLS  Bekasi  (16  Juni 2022)  dan  Internet


JPS, 16 Juni 2022


*****

RUU Sisdiknas Bukti Menteri Nadiem Tak Paham Pendidikan Indonesia

https://www.youtube.com/watch?v=9Q__3qjIS-k


Prof. Dr. Ahmad  Baidowi (?)


Kritik  kepada  Menteri Pendidkan, Kebudayaan dan  Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim

"Kurang piknik" ke  Departemen lain dalam  mengeluarkan kebijakan atau saat merancang UU SISDIKNAS. 


Ada link antar  kampus  dengan sekolah

Hubungan intens antara TK (PAUD) - SD-SMP -SMA - PT (Universitas). Relasi antar lembaga harus setarikan nafas 

Di Jepang Prof  Kampus tutun ke sekolah-sekolah



Rancangan  Anggaran  Pendapatan  dan Belanja Sekolah ( RAPBS)  itu sekolah.


Nadiem  tidak mengerti  aspek Paedagogi, leadership rendah, tidak paham pendidikan termasuk nomenklatur pendidikan.  Secara internal  kementrian Nadiem  lemah.  Dia  tidak  bisa memberdayakan  orang-orang yang ada dalam Kementrian.  Dia  tidak mampu membamgun kesolidan dalam kementrian.  Nadim harus memahami struktur internal kementrian dan memberdayakan mereka dalam membangun dan menjalan Kementrian pendidikan dan Kebudayaan - Riset dan Teknologi.  Jangan-jangan Nasdiem tidak membaca Tupoksi kedirgenannya.  Kalau  dia tidak bisa membaca TUPOKSI maka dia  tidak  bisa mengaitkannya dengan  RPJMN dalam bidang Pendidikan.  Tata kelola pendidikan kita belum padu. 

Nadiem terlalu mensimpelkan  segala sesuatu dengan teknologi (aplikasi).

Menurut Ahamad Baidowi, Guru  yang harus  diberdayakan.


Kurikulum di Indonesia terlalu   aneh, lemah.

Bagaimana kontrol  lembaga pendidikan (Guru) terhadap anak didik, di Indonesia tidak ada atau lemah sekali. 

Pada Buku, harus  paham cara  kerja  otak yakni ..... Teori beljar berbasis  otak   (brain based learning), yakni  otak kita bekerja secara visual.  Kalau pengajaran terlalu banyak kata  daripada  gambar, itu yang  menyiksa anak saat belajar.  Buku-buku teks di luar negeri, lebih banyak gambar daripada  teks (kata-kata).  Ini untuk yang  fundamental, 1 - 8 tahun. Buku Pendidikan dan pengajaran di Indonesia lebih bayak kata, maka itu memberikan kesulitan  dan kestresan bagi anak didik.  Yang paling  fundamental ini tidak diurus oleh sistem pendidikan nasional. 

Tolok ukur  untuk menilai pendidikan di Indonesia

1. Kurikulum, termasuk  buku yang lebih banyak kata-kata daripada  gambar.

2. Guru (SDM)  yang  masih lemah,  baik kualitas maupun  kesejahteraan (?)

3. Partisipasi masyarakat yang masih lemah. Partisipasi masyarakat  harus dihidupkan kembali.  Sekolah swasta  bisa dijadikan contoh (?).   Partisipasi masyarakat  bagi Pendidikan di Indonesia sangat rendah.  Idealnya Masyarakat (Orang tua) itu  tidak boleh dilepas dari ttata kelola pendidikan.

4. Budaya: budaya  membaca  rendah.


Mereka harus diberdayakan, mereka harus dididik.  Parenting Education itu penting.  Ide pendidikan gratis itu bodoh,  karena meninabobokan peran /partisipasi masyarakat. 

Di Malaysia,  pengelollaan Buku sangat bagus, anak didik tidak boleh merusaka/ menciret-coret buku. Bila melanggar maka harus membayar. Mengapa jangan merusak atau mencoret? Supaya  buku itu bisa dipakai oleh orang lain.  Dengan demikian bisa menghemat anggaran.  Selain itu, tidak mudah gonta ganti buku, karena tergantung kurikulumnya. Saat sering  gonta  ganti buku,  banyak orang yang pusing, seperti guru, murid dan orang tua. Yang untukng, percetakan.  Di Indonesia, perlu diselidiki apakah pemilik percetakan ada hubungannya dengan pengambil kebijakan perbukuan? 

70 - an tahun Indonesia merdeka, oreintasi pendidikan  Indonesia pada pembangunan fisik  bukan pada pembelajaran (learning).  Ini harus menjadi konsen RUU SISDIKNAS.

Sekolah di Indonesia banyak yang tidak memiliki perpustakaan, padahal buku adalah jendela dunia.

Orang  Indoesia minim bahkan nihil untuk memikirkan perpustakaan . Ketika mendirikan sekolah yang dipriorotaskan adalah ruang kelas, ruang guru, ruang kepla sekolah, kamar mandi/ WC.  lupa memikirkan ruang perpustakaan.  74 yahun Indonesia Merdeka,  tradisi baca Indonesia sangat  lemah.  Ini repot . Hal ini didukung oleh  budaya kita yang sangat kuat dengan tradisi oral (tutur).  Tradisi baca  belum terbentuk.  Sekarang  tamapak ada  gap dalam pendidikan kita,  dari budaya oral yang kuat - melewati budaya membaca yang minim - lalu  menuju budaya digital. Apa  efeknya? Orang  terjebak dalam berita hoax, cepat sekali ditipu karena kehilangan daya  kritis.   Tantangan pendidikan ke  depan jauh lebih  hebat karena  kita  tidak memiliki tradisi membaca.  Dalam SISDIKNAS, harus dibicarakan  juga  anggaran untuk  (budaya membaca (reading culture) . Dalam kementrian, ada seksi budaya tetapi kerjanya mengurus museum , tidak pernah mengurus budaya sekolah (membaca), dll. 




Maka  pada  buku, harus  lebih banyak gambar daripada kata -kata. Dalam buku Pendidikan di Indonesia, lebih banyak  kata daripada  gambar. 

Apa usulan Ahmad Baidowi?

1. Perbaiki struktur anggaran, termasuk kesejahteraan guru, dosen, tata kelola  ruang. Kalau distribusi anggaran ini tidak diurus dengn baik maka  mendatangkan kerumitan yang besar. Dalam Biaya Operasional Sekolah (BOS), dasar perhitungannya adalah per orang. Tentu ini menimbulkan kerumitan karena  infrastruktur di kota dengan di desa berbeda, sementara dalam BOS dianggarakan sama, misalnya 10.000 per orang. Padahal kondisi geografis  anatar wilayah berbeda, termasuk biaya transportasinya.  Orang berlomba-lomba untuk mendapatkan siswa banyak di sekolah negri karena ada uang banyak (milyaran) di sana. 


Menurut A, Baidowi, Presiden Jokowi  tidak meninggalkan legacy apapun pada dunia pendidikan. 

Duku pendidikan kita  bagus. Malaysia  sampai datang belajar kepada kita. Lalu mereka (malaysia) membangun sistem pendidikan yang bagus. Malaysia sekarang maju, kita ketinggalan.  Di Malaysia sekilah negara (pemerintah)  lebih bergensi daripada masuk sekolah swasta.  

NADIEM menelorkan Merdeka Belajar (MB) yang  kemudian disebut Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).  . Bagaimana   konsep MB itu? Mrt Baidowi itu tidak lebih sinergisitas  dengan platform  tapi basis filsafat pendidikannya  tidak  kuat. 

Merdeka Mengajar ini menimbulkan kebingungan pada pelbagai pihak terumasuk kepada guru, orang tua dan siswa.

Dari sisi guru,siswa. buku, IKM   masih menyisakan  buka memerdekan sebagaimana yang  sloganka,. Lantas kita bertanya, merdekanya di mana? 

Masih menurut AD, cara  guru mengajar dan filsafat mengajar   tidak diperbaiki.   Semuanya masuk ke dalam formalitas  hanya menggunakan teknologi.  

Bagaimana KM itu secara filosofis, secara definisi. 


Bgman 3 UU Pendidikan dibuat satu, semacam omnibus Low di badang pendidikan. 

Apa problem mendasar sistem pendidikan kita yang perlu diperbaiki sekarang?

1. Struktur anggaran

2. Kapasitas guru

3.  Sistem pendidikan Indonesia ini aneh. Kita  tidak bisa membedakan  administrasi sekolah (school administration)  dan  dan guru (teachers)  . Di USA, School Administration itu akan menjadi Kepla Sekolah, penmgawas. Sedangkan teacher  berkaitan dengan keguruan dan riset.  Di Indonesia  tidak jelas. Seseorang  bisa menjadi guru, lalu kepsek lalu pengawas, lalu  kepala dinas.   Di Finlandia,  untuk sekolah  keguruan, semester awal, mahasiswa  sudah terjun ke sekolah-sekolah sehingga punya pengalaman  langsung dengan dunia pendidikan. Sedangkan  di Indonesia, mahasiswa keguruna baru terjun ke sekolah pada semster 7 dan 8. Betapa terlambat. Kurikulum Pendidikan Indonesia terlalu banyak teori.  Persentasi  antara teori dan praktek di Indonesia: 70:30.  Menurut AB ratio itu harus dibalik, teori 30 %, praktek 70 %.  Pendidikan di Indonesia sekarang ini  terlalu tumpang tindih. Setelah 5 tahun kuliah keguran, lalu ada pendidikan tabahan lagi. Ini tentu membutuhkan dana  lagi. Kapan sejahteranya?  Mengapa sistem kurikulumnya  tidak  diubah saja. Kuliah 5 tahun keguruan termasuk dengan  ptogram tambahan itu?  Sistem pendidikan kita  angat  miskin kreativitas dan inovasi karena terlalu teotetis, minim praktek.  Di Finlandia, yang menjaga mutu dari setiap sekolah  itu  kampus.  Sekolah di Indonesia susah menjadi agen perubahan karena miskin invoasi, miskin kreativitas, miskin keberanian. 

Kalau di Luar Negeri, guru tidak memarahi murid, karena  guru mengontrol murid melalui orang tua.  Ada komunikasi  yang intens antara orang tua dengan guru.  Guru menanyakan orang tua bila ada sesuatu terjadi pada anak. Maka edukasi terhadap orang tua berjalan dan dibutuhkan. 


Apa harapan AB terhadap sistem pendidikan Nasional kita? 

  1. Review Kukikulum yang berkaitan dengan pendidkan  mulai PT hingga SD/TK. Ini bisa berdampak pada efisensi anggaran Pendidikan. 
  2. Struktur anggarannya diperbaiki.  Sebaiknya  dana BOS dihentikan karena  hanya sedikit yang sampai ke tangan siswa. Dana BOS hanya dikelola oleh Kepsek dan Bendahara, yang sampai ke tangan siswa hanya 20 %.  Kemedikbud menajdi lembaga terkorup di Indonesia sekarang. Apa  benar , mana datanya (catatan kritis saya). Ada kongkalikong antara Dinas, Pengawas, Kepsek.  Kalau ini tidak selesai, tidak ada pendidkan karakter. 
  3. Desain infrastruktur (perpustakaan, , dll). 
  4. Pemberdayaan Kapasitas Guru (Teacher Capacity Building) . Di sekolah SUKMA yang dipimpin oleh AB, tidak pernah kekurangan guru, karena  guru bisa berkolaborasi  dengan pelbagai orang, termasuk tukang  Becak untuk  membagikan pengalamannya  menjadi tukang Becak.  Kekurangan  guru yang terjadi di Indonesia sekarang ini karena kita tidak memanfaatkan Laboratorium sosial yang ada di sekitar kita  sebagai  sumber  guru.  Kantor Plisi, PUSKESMAS, DESA, ADAT  , dll  sumber  guru.  Di SUKMA  semua orang berpartisipasi  di sekolah.   Apa  efeknya? SUKMA itu dicintai masyarakat.  Laboratorium sosial itu jauh lebih penting daripada Lab Komputer, Lab IPA, LAb. Bahasa.  Ini  (sekolah SUKMA)  merupakan  legacy   Surya Paloh bagi dunia Pendidikan Indonesia, termasuk Aceh.   Kita  yang  hidup zaman sekarang merupakan produk pendidikan kita. Kita yang suka berantem, korupsi, berbohong, saling membenci, iri,  itulah produk pendidikan kita.  
  5. Transparansi anggaran, semua  orang  harus terlibat  
  6. Ubah  cara  pandang: Kita melihat orang lain sebagai competitor  (lihat saja  sistem ranking).  Di SUKMA  tidak ada sistem ranking. Yang ditanamkan adalah sistem  persamaan (equality)  dan kualitas.  Kistem rangking mendidik orang  untuk menjadi kompetitor daripada  kolaboratif.  Sistem pendidikan  melahirkan mental  . Pemberian nilai merah kepada murid tidak baik karena  akan menghsailkan  orang  dengan  sikap  curiga. "Learning Experience dalam teori belajar itu  jauh lebih mendalam efeknya  daripada  belajar itu sendiri.   Sehingga membangun sekolah harus membangun secara komprehensif: membangun   fisik, infrastruktur, guru, lingkungan, orang tua,  Semua itu harus menjadi saru kesatuan.  Sistem pendidikan kita sekarang hanya  mementingkan  kebutuhan  ekonomi (perut/ uang). 

Bagaimana MB melihat pendidikan di Muhamadiyah  sebagai sekolah dengan kepemilikan sekolah swastar terbanyak di Indonesia?

Muhamadiyah punya pelajaran unik yakni kemuhamdiahan.  Basic Value dari Ahmad Dahlan masih terus dituturkan dan diajarkan.  Ahmad Dahlan sebagai standar moral kehidupan, terlepas  bagaimanapun kondisi RI. 

Kihajar Dewantara harus menjadi role  model dalam aspek  pedagogi.  

Kemampuan kita  bangsa Indonesia  untuk balajar dari masa lalu itu   rendah sekali.  Kita  cepat sekali melupakan sejarah. 

JPS, 24 Oktober 2022.