KURIKULUM MERDEKA DAN KRITIK ATASNYA
LAGU : KITA PELAJAR PANCASILA
JPS, 19 Oktober 2022
Sumber: WAG_ ALUMNI SANKLA: https://web.whatsapp.com/
___
Info Seputar KUMER
[ KURIKULUM MERDEKA ]
WAG20220605
1. Buku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka - s.id/TJ-Kurikulum-Merdeka
https://drive.google.com/file/d/1YZDdVqeuZHou31ZLz8CMZoMOlnLOlUIC/view
2. Kurikulum Merdeka - s.id/Kepmen-Kur-Mer
https://s.id/Kepmen-Kur-Mer
3. Capaian Pembelajaran Revisi 2022 - s.id/CP-Rev-2022
https://drive.google.com/file/d/15QSxsPyrvrPfiWC0DspQDcXSkQSTTqr2/view
4. Buku Teks Pelajaran Kurikulum Merdeka SD - s.id/B-Teks-Kurikulum-Merdeka
https://drive.google.com/drive/folders/13HaeDrnQD_2BiHgO5nUhDOKVMdDJOk9t
5. Dimensi Profil Pelajar Pancasila - s.id/D-Profil-Pelajar-Pancasila
https://drive.google.com/file/d/15eIjfENMr7DHNQdBIdBKqSIzj-z-purS/view
6. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila - s.id/Projek-Penguatan-PPP
https://drive.google.com/drive/folders/1wfRTrQTGO5_DXvTnDZKiYUtC6kfg51tH
7. Panduan Pengembangan Profil Pelajar Pancasila Tahun 2022 - s.id/Projek-Penguatan-PPP-2022
https://drive.google.com/file/d/145EN34sBHXW3YOLeIeLxukJtOJCVndO7/view
8. Referensi Modul Profil Pelajar Pancasila - s.id/Referensi-Modul-PPP
https://drive.google.com/drive/folders/1ShIhtml9UwT4__IO0FYaMrazVZuF2QTh
9. Contoh Kurikulum Operasional Sekolah (KOSP) - s.id/Kurikulum-Operasional-Satuan-Pendidikan
https://drive.google.com/drive/folders/1JUlgcayxMH8A7muLhuKx29vVbkm9p22O
10. Alur Tujuan Pembelajaran (Silabus) - s.id/Alur-Tujuan-Pembelajaran
https://drive.google.com/drive/folders/1-sm7sNUmhSbatY6DVVjNTjaFdak6bdJ0
11. Contoh Modul Ajar (RPP) - s.id/Modul-Ajar
https://drive.google.com/drive/folders/1KSNPlBLz7rGcC9ptXEoRRMa2mHb-lAML
12. Panduan Penilian / Asesmen - s.id/Panduan-Asesmen
https://drive.google.com/drive/folders/128HLbdW_LWo6Xqcc8FwqfKclZCQBAq3z
13. Panduan Pembelajaran & Asesmen Th. 2022 - s.id/Panduan-Asesmen-2022
https://drive.google.com/file/d/13ozvtPCWBG1CQWJ7F8zK6_3FH3OfmmQ8/view
14. Aplikasi Raport Nilai & Projek (Dapodik) - s.id/Rpt-Nyoman-Pasek
https://paseksmanda.blogspot.com/2021/11/rapor-sekolah-penggerak.html
15. Aplikasi Raport Nilai & Projek (Excel) - s.id/Rpt-Ayu-Chandra
https://drive.google.com/drive/folders/1Ja7RV0s_UWFrTkf1D9W3Ny4j-P1WvdUG
16. Kurikulum Paradigma Baru - Kurikulum Prototipe - Kurikulum Sekolah Penggerak - Kurikulum 2022 - s.id/kurikulum-merdeka
https://s.id/kurikulum-merdeka
#MerdekaBelajar #MerdekaMengajar #KurikulumMerdeka #IKM
_______
* Untuk mendownloadnya klik pada tautan / link / teks warna biru.
☆ Beri bintang, supaya tidak terhapus.
♡ Izin share, semoga bermanfaat.
_______
Sumber: WAG : GLS Bekasi (16 Juni 2022) dan Internet
JPS, 16 Juni 2022
*****
RUU Sisdiknas Bukti Menteri Nadiem Tak Paham Pendidikan Indonesia
https://www.youtube.com/watch?v=9Q__3qjIS-k
Prof. Dr. Ahmad Baidowi (?)
Kritik kepada Menteri Pendidkan, Kebudayaan dan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim
"Kurang piknik" ke Departemen lain dalam mengeluarkan kebijakan atau saat merancang UU SISDIKNAS.
Ada link antar kampus dengan sekolah
Hubungan intens antara TK (PAUD) - SD-SMP -SMA - PT (Universitas). Relasi antar lembaga harus setarikan nafas
Di Jepang Prof Kampus tutun ke sekolah-sekolah
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ( RAPBS) itu sekolah.
Nadiem tidak mengerti aspek Paedagogi, leadership rendah, tidak paham pendidikan termasuk nomenklatur pendidikan. Secara internal kementrian Nadiem lemah. Dia tidak bisa memberdayakan orang-orang yang ada dalam Kementrian. Dia tidak mampu membamgun kesolidan dalam kementrian. Nadim harus memahami struktur internal kementrian dan memberdayakan mereka dalam membangun dan menjalan Kementrian pendidikan dan Kebudayaan - Riset dan Teknologi. Jangan-jangan Nasdiem tidak membaca Tupoksi kedirgenannya. Kalau dia tidak bisa membaca TUPOKSI maka dia tidak bisa mengaitkannya dengan RPJMN dalam bidang Pendidikan. Tata kelola pendidikan kita belum padu.
Nadiem terlalu mensimpelkan segala sesuatu dengan teknologi (aplikasi).
Menurut Ahamad Baidowi, Guru yang harus diberdayakan.
Kurikulum di Indonesia terlalu aneh, lemah.
Bagaimana kontrol lembaga pendidikan (Guru) terhadap anak didik, di Indonesia tidak ada atau lemah sekali.
Pada Buku, harus paham cara kerja otak yakni ..... Teori beljar berbasis otak (brain based learning), yakni otak kita bekerja secara visual. Kalau pengajaran terlalu banyak kata daripada gambar, itu yang menyiksa anak saat belajar. Buku-buku teks di luar negeri, lebih banyak gambar daripada teks (kata-kata). Ini untuk yang fundamental, 1 - 8 tahun. Buku Pendidikan dan pengajaran di Indonesia lebih bayak kata, maka itu memberikan kesulitan dan kestresan bagi anak didik. Yang paling fundamental ini tidak diurus oleh sistem pendidikan nasional.
Tolok ukur untuk menilai pendidikan di Indonesia
1. Kurikulum, termasuk buku yang lebih banyak kata-kata daripada gambar.
2. Guru (SDM) yang masih lemah, baik kualitas maupun kesejahteraan (?)
3. Partisipasi masyarakat yang masih lemah. Partisipasi masyarakat harus dihidupkan kembali. Sekolah swasta bisa dijadikan contoh (?). Partisipasi masyarakat bagi Pendidikan di Indonesia sangat rendah. Idealnya Masyarakat (Orang tua) itu tidak boleh dilepas dari ttata kelola pendidikan.
4. Budaya: budaya membaca rendah.
Mereka harus diberdayakan, mereka harus dididik. Parenting Education itu penting. Ide pendidikan gratis itu bodoh, karena meninabobokan peran /partisipasi masyarakat.
Di Malaysia, pengelollaan Buku sangat bagus, anak didik tidak boleh merusaka/ menciret-coret buku. Bila melanggar maka harus membayar. Mengapa jangan merusak atau mencoret? Supaya buku itu bisa dipakai oleh orang lain. Dengan demikian bisa menghemat anggaran. Selain itu, tidak mudah gonta ganti buku, karena tergantung kurikulumnya. Saat sering gonta ganti buku, banyak orang yang pusing, seperti guru, murid dan orang tua. Yang untukng, percetakan. Di Indonesia, perlu diselidiki apakah pemilik percetakan ada hubungannya dengan pengambil kebijakan perbukuan?
70 - an tahun Indonesia merdeka, oreintasi pendidikan Indonesia pada pembangunan fisik bukan pada pembelajaran (learning). Ini harus menjadi konsen RUU SISDIKNAS.
Sekolah di Indonesia banyak yang tidak memiliki perpustakaan, padahal buku adalah jendela dunia.
Orang Indoesia minim bahkan nihil untuk memikirkan perpustakaan . Ketika mendirikan sekolah yang dipriorotaskan adalah ruang kelas, ruang guru, ruang kepla sekolah, kamar mandi/ WC. lupa memikirkan ruang perpustakaan. 74 yahun Indonesia Merdeka, tradisi baca Indonesia sangat lemah. Ini repot . Hal ini didukung oleh budaya kita yang sangat kuat dengan tradisi oral (tutur). Tradisi baca belum terbentuk. Sekarang tamapak ada gap dalam pendidikan kita, dari budaya oral yang kuat - melewati budaya membaca yang minim - lalu menuju budaya digital. Apa efeknya? Orang terjebak dalam berita hoax, cepat sekali ditipu karena kehilangan daya kritis. Tantangan pendidikan ke depan jauh lebih hebat karena kita tidak memiliki tradisi membaca. Dalam SISDIKNAS, harus dibicarakan juga anggaran untuk (budaya membaca (reading culture) . Dalam kementrian, ada seksi budaya tetapi kerjanya mengurus museum , tidak pernah mengurus budaya sekolah (membaca), dll.
Maka pada buku, harus lebih banyak gambar daripada kata -kata. Dalam buku Pendidikan di Indonesia, lebih banyak kata daripada gambar.
Apa usulan Ahmad Baidowi?
1. Perbaiki struktur anggaran, termasuk kesejahteraan guru, dosen, tata kelola ruang. Kalau distribusi anggaran ini tidak diurus dengn baik maka mendatangkan kerumitan yang besar. Dalam Biaya Operasional Sekolah (BOS), dasar perhitungannya adalah per orang. Tentu ini menimbulkan kerumitan karena infrastruktur di kota dengan di desa berbeda, sementara dalam BOS dianggarakan sama, misalnya 10.000 per orang. Padahal kondisi geografis anatar wilayah berbeda, termasuk biaya transportasinya. Orang berlomba-lomba untuk mendapatkan siswa banyak di sekolah negri karena ada uang banyak (milyaran) di sana.
Menurut A, Baidowi, Presiden Jokowi tidak meninggalkan legacy apapun pada dunia pendidikan.
Duku pendidikan kita bagus. Malaysia sampai datang belajar kepada kita. Lalu mereka (malaysia) membangun sistem pendidikan yang bagus. Malaysia sekarang maju, kita ketinggalan. Di Malaysia sekilah negara (pemerintah) lebih bergensi daripada masuk sekolah swasta.
NADIEM menelorkan Merdeka Belajar (MB) yang kemudian disebut Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). . Bagaimana konsep MB itu? Mrt Baidowi itu tidak lebih sinergisitas dengan platform tapi basis filsafat pendidikannya tidak kuat.
Merdeka Mengajar ini menimbulkan kebingungan pada pelbagai pihak terumasuk kepada guru, orang tua dan siswa.
Dari sisi guru,siswa. buku, IKM masih menyisakan buka memerdekan sebagaimana yang sloganka,. Lantas kita bertanya, merdekanya di mana?
Masih menurut AD, cara guru mengajar dan filsafat mengajar tidak diperbaiki. Semuanya masuk ke dalam formalitas hanya menggunakan teknologi.
Bagaimana KM itu secara filosofis, secara definisi.
Bgman 3 UU Pendidikan dibuat satu, semacam omnibus Low di badang pendidikan.
Apa problem mendasar sistem pendidikan kita yang perlu diperbaiki sekarang?
1. Struktur anggaran
2. Kapasitas guru
3. Sistem pendidikan Indonesia ini aneh. Kita tidak bisa membedakan administrasi sekolah (school administration) dan dan guru (teachers) . Di USA, School Administration itu akan menjadi Kepla Sekolah, penmgawas. Sedangkan teacher berkaitan dengan keguruan dan riset. Di Indonesia tidak jelas. Seseorang bisa menjadi guru, lalu kepsek lalu pengawas, lalu kepala dinas. Di Finlandia, untuk sekolah keguruan, semester awal, mahasiswa sudah terjun ke sekolah-sekolah sehingga punya pengalaman langsung dengan dunia pendidikan. Sedangkan di Indonesia, mahasiswa keguruna baru terjun ke sekolah pada semster 7 dan 8. Betapa terlambat. Kurikulum Pendidikan Indonesia terlalu banyak teori. Persentasi antara teori dan praktek di Indonesia: 70:30. Menurut AB ratio itu harus dibalik, teori 30 %, praktek 70 %. Pendidikan di Indonesia sekarang ini terlalu tumpang tindih. Setelah 5 tahun kuliah keguran, lalu ada pendidikan tabahan lagi. Ini tentu membutuhkan dana lagi. Kapan sejahteranya? Mengapa sistem kurikulumnya tidak diubah saja. Kuliah 5 tahun keguruan termasuk dengan ptogram tambahan itu? Sistem pendidikan kita angat miskin kreativitas dan inovasi karena terlalu teotetis, minim praktek. Di Finlandia, yang menjaga mutu dari setiap sekolah itu kampus. Sekolah di Indonesia susah menjadi agen perubahan karena miskin invoasi, miskin kreativitas, miskin keberanian.
Kalau di Luar Negeri, guru tidak memarahi murid, karena guru mengontrol murid melalui orang tua. Ada komunikasi yang intens antara orang tua dengan guru. Guru menanyakan orang tua bila ada sesuatu terjadi pada anak. Maka edukasi terhadap orang tua berjalan dan dibutuhkan.
Apa harapan AB terhadap sistem pendidikan Nasional kita?
- Review Kukikulum yang berkaitan dengan pendidkan mulai PT hingga SD/TK. Ini bisa berdampak pada efisensi anggaran Pendidikan.
- Struktur anggarannya diperbaiki. Sebaiknya dana BOS dihentikan karena hanya sedikit yang sampai ke tangan siswa. Dana BOS hanya dikelola oleh Kepsek dan Bendahara, yang sampai ke tangan siswa hanya 20 %. Kemedikbud menajdi lembaga terkorup di Indonesia sekarang. Apa benar , mana datanya (catatan kritis saya). Ada kongkalikong antara Dinas, Pengawas, Kepsek. Kalau ini tidak selesai, tidak ada pendidkan karakter.
- Desain infrastruktur (perpustakaan, , dll).
- Pemberdayaan Kapasitas Guru (Teacher Capacity Building) . Di sekolah SUKMA yang dipimpin oleh AB, tidak pernah kekurangan guru, karena guru bisa berkolaborasi dengan pelbagai orang, termasuk tukang Becak untuk membagikan pengalamannya menjadi tukang Becak. Kekurangan guru yang terjadi di Indonesia sekarang ini karena kita tidak memanfaatkan Laboratorium sosial yang ada di sekitar kita sebagai sumber guru. Kantor Plisi, PUSKESMAS, DESA, ADAT , dll sumber guru. Di SUKMA semua orang berpartisipasi di sekolah. Apa efeknya? SUKMA itu dicintai masyarakat. Laboratorium sosial itu jauh lebih penting daripada Lab Komputer, Lab IPA, LAb. Bahasa. Ini (sekolah SUKMA) merupakan legacy Surya Paloh bagi dunia Pendidikan Indonesia, termasuk Aceh. Kita yang hidup zaman sekarang merupakan produk pendidikan kita. Kita yang suka berantem, korupsi, berbohong, saling membenci, iri, itulah produk pendidikan kita.
- Transparansi anggaran, semua orang harus terlibat
- Ubah cara pandang: Kita melihat orang lain sebagai competitor (lihat saja sistem ranking). Di SUKMA tidak ada sistem ranking. Yang ditanamkan adalah sistem persamaan (equality) dan kualitas. Kistem rangking mendidik orang untuk menjadi kompetitor daripada kolaboratif. Sistem pendidikan melahirkan mental . Pemberian nilai merah kepada murid tidak baik karena akan menghsailkan orang dengan sikap curiga. "Learning Experience dalam teori belajar itu jauh lebih mendalam efeknya daripada belajar itu sendiri. Sehingga membangun sekolah harus membangun secara komprehensif: membangun fisik, infrastruktur, guru, lingkungan, orang tua, Semua itu harus menjadi saru kesatuan. Sistem pendidikan kita sekarang hanya mementingkan kebutuhan ekonomi (perut/ uang).
Bagaimana MB melihat pendidikan di Muhamadiyah sebagai sekolah dengan kepemilikan sekolah swastar terbanyak di Indonesia?
Muhamadiyah punya pelajaran unik yakni kemuhamdiahan. Basic Value dari Ahmad Dahlan masih terus dituturkan dan diajarkan. Ahmad Dahlan sebagai standar moral kehidupan, terlepas bagaimanapun kondisi RI.
Kihajar Dewantara harus menjadi role model dalam aspek pedagogi.
Kemampuan kita bangsa Indonesia untuk balajar dari masa lalu itu rendah sekali. Kita cepat sekali melupakan sejarah.
JPS, 24 Oktober 2022.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar