Minggu, 13 Agustus 2023

GAGASAN PERUBAHAN

 GAGASAN PERUBAHAN


1. FACING THE UNCERTAINTY IN THE FUTURE  Oleh  Pambudi Sunarsihanto

(Menghadapi ketidakpastian di masa depan)


**

Kemarin, saya dan keluarga jalan-jalan di Bandung. Saya sempat bangun pagi, dan memulai perjalanan dengan menyetir sendiri. Di KM88, Adrian , anak saya, ingin gantian, menyetir, menikmati perjalanan di jalan toll yang sedang lancar.

Saat itulah, seorang teman saya, sebut saja namanya  Thomas, mengirimkan WA ke saya.

“Pam, I lost my job … this is the end of my career in this company.”

**

Thomas adalah lulusan Teknik Elektro, dari sebuah perguruan tinggi terbaik di negeri ini.

Dia memulai karier sebagai engineer, dan kemudian menjadi technical trainer. Kariernya terus berkembang, di perusahaannya, sebuah global leader dalam technology, dia adalah seorang senior expert. Karena expertise nya, dia pun menjadi senior trainer. Kerjaanya mengajarkan technology dengan feature tercanggih dan terbaru kepada pelanggan-pelanggan perusahaannya di seluruh dunia. Maka dia pun sering terbang ke Portugal, Rusia, India, Jerman, Australia bahkan ke Brazil, untuk menjadi trainer.

Hidupnya enak dan nyaman sekali. Tidak usah masuk ke kantor. Kalau sedang bekerja di Bandung, dia hanyalah mempersiapkan trainingnya di rumah. Hampir setiap hari dia masih bisa bermain golf, hobby-nya.

Kalau lagi bekerja, dia akan travelling ke negara-negara yang indah seperti negara-negara yang saya tulis di atas. What a beautiful life.

**

“Tapi Pam, mulai bulan depan, semua training teknologi di perusahaanku akan diganti menjadi video on-line training. Dan itu berarti aku akan kehilangan pekerjaanku.

Thomas menyadari, itu adalah akhir dari kariernya sebagai global trainer di perusahaan itu.

Tentu saja, Sebagian trainer , mungkin masih akan diperlukan untuk mengajar dan direkam di video. Tapi jumlahnya jadi jauh lebih berkurang. Berarti jumlah trainernya berkurang, jumlah pendapatan trainernya berkurang, dan mungkin tidak semua trainer masih bisa melanjutkan pekerjaannya. Ini adalah akhir hidup yang tadinya nyaman dan indah itu. Selalu kerja dari rumah, mempersiapkan training dari rumah, kemudian jalan-jalan ke negara indah, sambil bekerja sebagai trainer. That’s the end! (Kalau meminjam istilah anak muda, perusahaan itu sedang bilang ke Thomas, Lu-Gue-End!)

**

Apa yang sedang terjadi? Dunia berubah, bisnis berubah, semuanya berubah. Apapun pekerjaan kita, kita harus bersiap seandainya kita kehilangan pekerjaan kita.

Seandainya suatu saat jumlah mesin mesin dengan artificial intelligence akan semakin banyak dipakai perusahaan, mereka akan menggantikan manusia, dan banyak HR akan kehilangan pekerjaannya.

Tapi bukankah masih tetap ada manusia yang diperlukan? Iya, tapi jumlahnya akan berkurang. Sebuah perusahaan membangun pabrik di Sukabumi dengan hanya 30 karyawan dan mesin-mesin, padahal pabrik yang sama di Malang, memerlukan 1,200 karyawan. Tentu saja jumlah HR yang diperlukan jauh lebih sedikit kan, dan mungkin juga lebih junior. Jadi beberapa HR akan kehilangan pekerjaannya. By the way, pabrik di Sukabumi jauh lebih produktif daripada di Malang.

**

Dan fenomena di atas bukan hanya pada HR. Lama-lama dengan kemampuan Artifical Intelligence yang semakin canggih , kita akan memerlukan dokter jauh lebih sedikit, lawyer, teacher, dosen , dan banyak pekerjaan lainnya. Termasuk teman saya, Thomas, yang menjadi global technology expert di sebuah perusahaan technology, dan tetapi kehilangan pekerjaannya.

Resiko ada pada semua orang, termasuk kita.

**

Apakah artikel saya hari ini ditulis untuk menakut-nakuti? Tidak! Terus untuk apa? Untuk memotivasi dan menginspirasi kita semua agar terus belajar, terus menambah kompetensi, agar kita terus menerus relevant dan diperlukan di masa depan.

Karena semakin banyak kompetensi, pengetahuan dan Skills kita, akan semakin sulit digantikan oleh komputer.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? 

Ada beberapa hal yang bisa dikerjakan setiap hari, sambil mengerjakan pekerjaan kita.


a) DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE


Fokuslah pada pengembangan diri kita. Waktu kita terbatas, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Apa yang bisa anda lakukan yang akan membuat anda lebih “ready-to-compete” di masa depan, Untuk terus mendapatkan pekerjaan yang bagus, ada kompetisi. Untuk membuka usaha, dan mendapatkan investasi yang cukup, ada kompetisi. Kalau sudah punya usaha sendiri, atau sudah bekerja, dan perlu menjuat product anda, ada kompetisi. 

It is competition everywhere! Pemenangnya adalah yang lebih siap, dengan kemampuan, pengetahuan, skills dan kaakter yang lebih dibadningkan dengan yang lain

Pengalaman hands on yang lebih banyak , pengalaman organisasi, leadership dan teamwork yang lebih bagus, juga akan sangat dibutuhkan.

** 

b) ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME


Meskipun ini kompetisi, meskipun banyak pekerjaan, dan banyak usaha yang perlu dilakukan untuk terus belajar, jangan terlalu stress. Lakukan apa yang anda suka. Enjoy perjalanan menuju ke sana. Jangan hanya memikirkan tujuan akhir. Pendaki gunung itu bernyanyi dan memainkan gitar saat mendaki gunung. Apa yang anda lakukan untuk menghibur anda sendiri, di sela-sela kesibukan anda untuk “mengembangkan” anda sendiri.

Oh ya, semua orang punya irama sendiri. Saya jadi Director umur 40-an, ada yang jadi Director umur 30-an, ada yang jadi Director umur 50-an, ada yang tidak pernah menjadi Director. Its ok. Semua orang punya “pace” sendiri. Gak ada gunanya membandingkan anda dengan orang lain. Yang anda bandingkan adalah, membandingkan anda dengan anda sendiri di masa lalu. Apakah ada kemajuan, apakah ada perbaikan, apakah ada peningkatan (kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork?)

**

c) LEARN SOMETHING NEW EVERYDAY.


Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Apa saja. Bisa bidang ilmu baru, olahraga baru, cabang seni baru, bahasa asing baru. Anything!

Ini akan melatih otak anda untuk selalu bersiap menerima dan mengolah informasi baru, yang belum pernah dipelajari sebelumnya

Challenge yourself. Saya adalah seorang computer engineer yang belajar HR.

Teman saya, seorang pramugari, dulu banyak belajar tentang bisnis di waktu senggangnya, sementara teman-temannya asyik main-main.

Anak saya yan g pertama belajar Finance untuk membuktikan apakah dia mampu menguasai ilmu lain selain Chemical Engineering. 

Anak saya yang kedua belajar menjalankan online shop meskipun belajar Teknik Mesin

Dan anak saya yang ketiga belajar coding/programming, meskipun belajar Teknik Kimia.

Do not limite your challenges. Challenge your own limit!

**

d) LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B


Terakhir, ingat, semua yang anda rencanakan itu mungkin baik-baik saja, tetapi pada jaman now yang penuh ketidakpastian ini, semua bisa berantakan.

Yang  kuliah akunting, bisa saja suatu saat nanti semua proses akunting digantikan oleh software canggih berbasis artificial intelligence. Apa yang akan dilakukan?

Ada yang kuliah Teknik Mesin, apa yang akan dia lakukan seandainya, saat dia lulus demand untuk insinyur teknik mesin ternyata rendah, dan harus cari karier di bidang lain?

Kalau anda kuliah kedokteran, apa yang akan anda lakukan seandainya suatu saat dokter bisa digantikan oleh smart application?

Jangan pernah punya PLAN. Buatlah FLAN anda, Flexible Plan!

WHAT IF …. (teruskan sendiri)

Yang lebih ready akan memenangkan kompetisi di masa depan.

**

Jadi ingat ya, jangan hanya sibuk kuliah dan memelototi pekerjaan atau kuliah anda. Anda tetap harus perform maximal di pekerjaan anda sekarang, dan menambah kompetensi anda . Kalau anda masih kuliah, anda tetap harus berprestasi akademis, tapi jangan lupa mengembangkan diri anda, dengan menyeimbangkan antara kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork.

Dan inilah 4 langkah untuk membuat anda lebih ready di amsa depan :

• DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE

• ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME

• LEARN SOMETHING NEW, EVERYDAY

• LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B

**

Salam Hangat,



Pambudi Sunarsihanto

JPS, 14 Agustus 2023.

_________________________

Idea Kedua: 

Gita Wirawan: "Problem pendidikan kita  itu bukan  pada kurikulum tapi pada  guru. Bila  guru hebat maka pengajaran dan murid juga akan hebat.  Di beberapa negara, seperti Singapura,  Jepang, Korea Selatan , Amerika dan  Finlandia   para guru sangat diapresiasi, termasuk dari aspek gaji. 

Investasi yang paling  baik adalah pendidikan  Setelah itu investasi  emas



https://www.youtube.com/watch?v=tsXg9AhL1mk&t=1s

Ide Ketiga:


"Kejatuhan Otoman (Turki)  karena   karupsi, mulai dari Sultan hingga  tukang  sapu. 

Orang sekolah, bahkan hingga level tertinggi sekalipun - hingga doktor, bahkan gelar profesor,  namun  tetap  ada yang korupsi. Orang yang demikian, mereka sekolah namun tidak terdidik.  Orang terdidik  selalu menjaga integritas   moralitas dan hati nurani. 



JPS, 14 Agustus 2023.

________________________________________________________________



Tidak ada komentar:

Posting Komentar