KISAH PEMULUNG TULUS, SURYADI
Senin, 30 Oktober 2023
KISAH PEMULUNG TULUS, SURYADI
PENCINTA SATWA
PENCINTA SATWA
https://www.youtube.com/watch?v=-f9RAtSp358
VIRALKAN_TEMUAN BURUNG YANG SUDAH DINYATAKAN PUNAH
Pencinta satwa, terutama Burung Kuauraja (?) in di Gunung Leuser, Aceh.
Kuau Raja atau dalam nama ilmiahnya Argusianus argus adalah salah satu burung yang terdapat di dalam suku Phasianidae. Kuau Raja mempunyai bulu berwarna cokelat kemerahan dan kulit kepala berwarna biru. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 200 cm. Di atas kepalanya terdapat jambul dan bulu tengkuk berwarna kehitaman. Burung jantan dewasa juga memiliki bulu sayap dan ekor yang sangat panjang, dihiasi dengan bintik-bintik besar menyerupai mata serangga atau oceli. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, panjangnya sekitar 75 cm, dengan jambul kepala berwarna kecokelatan. Bulu ekor dan sayap betina tidak sepanjang burung jantan, dan hanya dihiasi dengan sedikit oceli.. (https://id.wikipedia.org/wiki/Kuau_raja)
Burung Kuau Raja (Argusianus argus) ada huga di di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (https://bksdakalsel.com/burung-kuau-raja-argusianus-argus-dievakuasi-oleh-skw-i-pelaihari/)
JPS, 31 Oktober 2023
MONYET PINTAR - bisa melakukan pekerjaan seperti manusia (Belanja), dll
MONYET PINTAR - bisa melakukan pekerjaan seperti manusia (Belanja), dll
Super smart! CUTIS takes care of dad in the most surprising special way !
Cutis Farmer Runs Car To Harvest Bananas At The Farm Sell Rescue Baby Goose
BELAJAR DARI NEGARA LAIN
BELAJAR DARI NEGARA LAIN
1. BHUTAN
Negara yang bertetangga denga India ini berada pegunungan Himalaya. Mayoritas penduduknya beragama Budha. Burung nasional , burung suki Bhutan adalah Gagak . Bhothan menganggap Gagak sebsgai dewa Gompo Jaridongchen, dewa penjaga negara. (https://www.youtube.com/watch?v=aroagnbnKoM). ; https://www.youtube.com/watch?v=-2APqaQvEgk&t=6s).
Bhotan menjadi negara pertam kabo negatif, yang berarti menyerap lebih banyak karbondioksida daripada yang dipancarkannya. Di Bhutan tembakau dilarang dijual? Mengapa supaya masyarakat tidak merokok, kesehatan tetap terjaga baik.
Minggu, 29 Oktober 2023
BELAJAR DARI SPORTIFITAS OLAHRAGA
BELAJAR DARI SPORTIFITAS OLAHRAGA
[BWF] MS - Finals|Jonatan CHRISTIE vs LI Shi Feng H/L | YONEX FRENCH OPEN 2023
https://www.youtube.com/watch?v=cPJKa865NVo
Final tuunggal Yones Frech Open 2023, mempertemukan Jonathan Christie dari Indonesia melawan Li Shi Feng dari China. Permainan berlangsung ketat dalam 3 babak. Babak pertama dimenangkan oleh Li Shi Feng dengan skor 21 - 16 dan 2 babak selanjutnya dimanangkan oleh Jonathan Christie dengan skor 21 -15 dan 21 - 14 . Li She Feng sempat terpeleset dan jatuh buruk pada babak ketiga. Setelah memangi laga Jonathan Christie menyalami pelatihnya, Irwansyah. Selanjutnya Jonathan Christie membuat tanda salib sebagai tanda syukur kepada Tuhan. Jonathan Christie adalah penganut Katolik. Sedangkan Iwansyah melakukan sujud syukur di lapangan. Pelatih Irwansyah adalah seorang Muslim. Wow..... pelatih dan pemain sama-asama menymapaikan syukur kepada Tuhan melalui agamanya masing-masing. Luar biasa Indonesia, hidup rukun meski berbeda agama. Agama sebagai energi perjuangan. Jonathan Christie mengenakan kalung salib. Bagi orang Kristen (Katolik), Salib merupakan hikmat dan kekuatan Allah (1 Kor 1:18).
JPS, 30 Oktober 2023.
Selasa, 24 Oktober 2023
BELAJAR DARI KELUARGA DESA YANG MELINTASI CADAS PEGUNUNGAN MENGANCAM NYAWA
BELAJAR DARI KEHIDUPAN KELUARGA NOMADEN (NOMAD LIFE)
BELAJAR DARI KELUARGA DESA YANG MELINTASI CADAS PEGUNUNGAN MENGANCAM NYAWA
A Walk on the Wild Side: Nomad Girl's 20km Fishing Trip and Survival Skills | Nomad Life
Jalan-jalan di Sisi Liar: Perjalanan Memancing dan Keterampilan Bertahan Hidup Gadis Pengembara sejauh 20 km | Kehidupan PengembaraAda bangunan yang tampak perumahan, ada anjing, tumbuhan Ada air yang menetes dari batu, gadis nomaden minum air di situ, cedok dengan kedua tangannya. Gadis itu tiba di sebuah mata air di gurun. Seperti ada sawah dengan tanaman padi. Gadis itu melewati jalan, batu dan kayu di jalan terjal. Dadis turun dengan gaya seoerti mai perosotan di jalan terjal bebatuan sambil memegang tali sebagai kekuatan agar tidak jatuh. Ada subgau di padang dengan air yang jernih. Kada di sungai itu ada rumbuh-tumbhan. Dia pergi jauh untuk memancing ikan. Dia nebangkap ikan dengan jalan. Dapat. Dia membuat makanan dan minuman, membuat api unggun, lalu tidur dengan alas seadanya. Ada keluarga (4 orang, , 2 laki, 2 perempuan) bepergian / pulang ke kampung dengan keledai sebagai pembawa beban Mereka tiba di kampung disambut anak. Setiba di rumah / penginapan merek membuka oleh-oleh. Ada kue. Apakah nama gadis ini Yasin? Suku Nomad (nomaden) ini memelihara anjing.
village family crossing of very harsh and life threatening mountain (part 2)
keluarga desa melintasi gunung yang sangat keras dan mengancam nyawa (bagian 2)Mencari kayu bakar untuk membuat api guna memasak dan menghangatkan alam terbuka saat tidur malam. Semua bekerja / bergerak, berjuang untuk bertahan hidup: menyiapkan dan menatan lahan dengan mengatur bebatuan agar bida dijadikan medan istirahat (tempat makan, tempat masak, tempat tidur) Mencari es batu di pegunungan cadas sebagai air untuk masak dan membuat teh. Berjuang melintasi jalan bebatuan pegunungan yang rawan celaka. Saling menolong, membantu untuk bertahan hidup.
A village family crosses the rough mountains to pick edible plants
Sebuah keluarga desa melintasi pegunungan yang terjal untuk memetik tanaman yang dapat dimakan- Semua anggota keluarga terlibat bekerja (mencari kayu bakar, menghidupkan api, membuat tungku api)
- Bapa dan mama mengolah makanan dan minuman
- Semua menikmati makanan dan minuman
- Hidup penuh kekeluargaan, penuh persaudaraan, penuh perhatian
- Memanggang dading, mengiris sayur
- Ibu menggendong tas besar berisi peralatan dapur.
Nomadic Life Unveiled: Harvesting Barley & Wheat
Jumat, 20 Oktober 2023
BELAJAR DARI NOMADEN IRAN (IRAN's NOMAD)
BELAJAR DARI NOMADEN IRAN (IRAN's NOMAD)
Nomadic
life: moving from a difficult path to congratulate parents on the new year
Kehidupan nomaden: beralih dari jalan yang
sulit untuk memberi selamat kepada orang tua di Tahun Baru
https://www.youtube.com/watch?v=eDOa2sW5YCo
Suatu keluarga terdri dari ayah dan ibu serta tiga orng anak. Anak-anak masih kecil. Dua orang , laki dan wanita berumur sekitar 4 - 6 tahun dan seorang lagi sekitar 1- 2 tahun. Mereka melakukan perjalan ke rumah orang tua. Mereka menyiapkan segala yang perlu, termasuk keranjang bayi untuk menggendong anak-yang masih kecil. Di awal perjalnan suami menggendong tas, isti menggendong keranjing bayi yang berisi bayi. Dua anak yang lain berjalan sendiri. Mereka meninggalkan pemukiman yang terletak di tempat yang agak datar. Di situ ada rumah / tenda untuk berteduh. Mereka meninggalkan ternak berupa kambing dan ayam di tempat itu. Istri menggendong kranjang bayi yang berisi bayi. Suami menggendong barang. Mereka tinggal di pinggir sungai yang tampak berwarna kuning karena bdercampur lumpur. Mereka melintasi jalan bebatuan di pinggir sungai. Mereka melewati jalan yang rata lalu mulai mendaki yang berisi tanah dan bebatuan serta disertai rerunputan hijau. Mereka mulai melintasi medan berat dengan jalan smpit bebatuabn. Mereka mulai melawati celah tebing bebatuab. Dua anak itu dibantu orang tua berjalan dengan penuh kepercayaan diri, tak ada rasa takut. Mereka menikmati jalan bebatyuan itu. Di jalan yang sempit di celah batu sempit, suami menolong istrinya yang menggendong keranjang bayi dan bayi supaya tidak terbentukr batu besar di pingir jalan sempit it. Kedua nak - anak mereka bisa jalan sendiri. Mereka berdua berjalan di depan meninggalkan kedua orang tuaa mereka. Lalu suami istri bergantian menggendong keranjang bayi dan bayinya. Istri menggendong tas, suami menggendong leranjang bayi dan bayinya. Bayi tidur anteng dalam keranjangnya. Istri merapihkan kerjanjing bayi dan tali pengikat, pastikan aman karena melewati jalan yang sulit. Mereka menuruni cadas bebatuan. Lalu mendaki bebatuan di pinggir kali. Air kali tampak coklat. Mereka melintasi tebing batu dengan ,emgamdalkan tali sebagai pegangan dan tumpuan di cadas batu di teping itu. Sungguh perjalanan memacu adrenalin. Orang tua membimbing anak-anak melintasi jalanan berbahaya ini. Sungai dengan air keruh terus menderu. Suami istri bahu membahu menolong anak-anak melintasi kawasan beresiko itu. mereka melintasi tebing batu dan titian kayu sambil memenang tali. Orang tua membimbing anak-anak di cadas bebatutuan itu. Tibalah mereka di tebing batu terjal lalu ada kayu bercabang untuk membantu menurunai bagian bebatuan lain. Ayah tutun duluan dengan posisi mebelakangi kayu titian agar bisa mengarahkan. Ketika kakinya menyentuh landasan kuat, dia mengangkat kedua anaknya dengan kedua tangannya. Air kerus terus menderu di sisi utara mereka. Ketika anal lekainya capai, sang ibu menggendongnya melewati cadas bebatuan. Mereka harus tiba di pinggir suangai yang kerush itu. Kedua anak itu tampak haus. Ibu mengantarkannya ke pinggir suangi. Mereka cuci tangan dan terlihat meminum air yang kerush itu. Kasihan juga. Mereka melewati jalan setapak cadas bebatuan itu. Mereka tiba di daerah yang landai dengan rumput segar di sekeliling itu. Sang Ibu menggendong anak lelakinya. Anak perempuan berjalan sendiri. Lalu anak laki-laki itu turun sendiri. Kali ini mereka melintasi jalan terjal lagi. Sang ayah menggendong putranya di atas pundaknya sambil melewati jalan terjal itu. Sang Ibu membimbing anak putrinya. Mereka mendaki bebatuan terjal. Sang ayah menunggu sambil memberikan arahan. Tiba saatnya dia harus menolong istrinya yang menuntuk anak puti mereka. Sang ayah menggendong ketiga anaknya di ajalan terjal. Wow...... . Di jalan yang agak landai mereka membiarkan puta putri mereka berjalan dan berjuang sendiri. Ada kayu meranggas di jalan yang mereka lewati. Suami dan istri dengan tekun membimbing putra - putri mereka. Tampaknya ini salah satu tempat tinggal para noimaden karena tempatnya agak datar, ada bekas api dan kayu bakar. Ada lelaki dan perempyuan dewasa di sini. Mungkin mereka suami istri. . Rupanya ini tempat tinggal untuk keluarga nomaden lainnya. Tampak mereka bercakap-cakap. Keluarga ini melanjutkan perjalnan mereka. Di jalan yang agak baik, mereka membiarkan anak-anak jalan di depan mereka. Lalu di jalan yang agak terjal mereka dibantu kedua orang tua melewati jalan terjal itu. Di suatu jalan terjal suami dan istri bahu membahu membantu anak-anak menreka melewati jalan terjal itu. Mereka tiba di titian kayu dengan tali sebagai pegangan saat melintas. Mereka melintasi jalan bebatuan. Ketika anak-anak salah jalan, ayah mengingatkan mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Di suatu tempat mereka berhenti. Sang ayah menurunkan kernajang bayi , membuka tutupan kernajang lalu menyapa sang anak: "Shalom". Sang anak menantap dengan gembira. Kakak perempuan mengecupinya. Lalu mereka menyeberangi sungai.Bagian bawah pakaian mereka basah karena menyeberangi sungai. Sang Ibu menggendong bayi sambil melompat, dikira mencapai batu ternyata tidak, akhirnya sepatu dan bagian bawah pakaiannya basah. Mereka tertawa. Lalu mereka mulai dengan pendakian bukit batu. Sang ayah menggendong anak putri di pundaknya. Sungguh suatu perjuangan yang luar biasa. Mereka merangkak di bukit batu itu. Sang istri beruaha merangkak sambil menuntuk putra mereka yang merangkak juga. Sang ayah menurunkan putrinya di batu yang agak aman lalu menjemput putranya yang sedang berjuang di bukit batu itu. Ayah mengurukan tangannya menjemput uluran tangan putranya yang juga sedang dalam tuntunan ibunya. Suami istri bekerja sama membantu anak-anak mereka. Istrinya melontat dari tebing menuju batu yang sudah ditempati suami dan anak-anaknya. Dia melompak dengan aman. Dari batu yang agak bulat itu mereka turun ke sungai. Suami bersentuhan dengan air lain, istri melompat dari batu sehingga tidak bersentuhan banyak dengai air sungai. . Di tempat ini air kali agak bersih. Mereka melanjutkan perjalanan. Mereka jalan di pinggir kali. Ada deruan air yang jatuh dari temoat tinggi. Mereka menyeberangi sungai. Ayak-anak mereka gendong. Beberapa kali mereka melintasi air sungai. Kaki mereka , suami istri menyentuh air. Di suatu cadas, ayah menyeberangi sungai yang sala sambil menggendong anak puti dan putranya secara bergantian. Sang istri melompak dari batu sebelah ke batu sebelahnya lagi. Selanjutnya mereka memanjat titian kayu . Itu jalanan sempit karena berada di celah 2 batu besar. Ayah dan ibu bahu membahu membantu melewati putra putri mereka melewati tempat itu. Suami membantu istri melawati medan berat itu. Suami dan istri saling mengulirkan tangan. Suami menarik istri ke atas sehingga bisa melewati titian kayu di lubang celah batu itu. Ternyata di tempat itu sudah ada seolrang lelaki dewasa. Di suatu tempat tampak ada seorang lelaki dewasa. Mungkin keluarga yang datang untuk menjemput mereka. Mereka bersalaman. Lelaki itu membantu menggendong anak putri dan putra secara bergantian. Anak putri di tempat di seberang kali, lalu menjempour menggendong anak putra. . Mereka masih melewati bebatuan besar di kelokan uanga yang mereka sudah lewati berkali-kali. Di jalan batu besar jerjal mereka berjuang lagi. Ayah membantu menuntuk kedua anak mereka, istri membantu menguatkan suami dengan memegang keranjang bayi yang digendongnya. Mereka menaiki titian kayu smabil memegang tali untuk bisa mencapai batu besar. Suani pertama merangkak di titian kayu dan batu besar itu. Setelah sampai di batu besar, dia turun mengulurkan tangan menolong anak -anak. Pria dewasa membantu anak-anak melewati titian kayu dan batu besar itu. Sang ibu membantu. Jadi, ayah di batu besar, laki-laki dewasa di titian kayu dan sang ibu di batu bawah mengangkat nak-anak lau diserahkan ke lelaki dewasa lalu lelaki dewasa menyerahkan ke ayah anak-anak. Sungguh suatu kerja team yang luar biasa. Sang ibu merangkat terakhir di titian kayu dan batu itu. Di sebelah kanan mereka air sungai masih menderu mengalir ketinggian melewati kawasan bebatuan. Ini salah satu medan yang tersulit yang mereka lewati. Mereka lelah. Mereka beristirahat sejenak, memberikan ASI kepada anak bungsu yang mereka gendong. Sang ayah merebahkan diri sambil bersandar di batu besar itu. Mereka melanjutkan perjalanan. Di tempat yang agak rata, anak-anak berlari di pinggir kali. Istri membantu suami merapihkan keranjang bayi ketika hendak melanjutkan perjalanan. Lagi-lagi mereka melintasi kali. Kali tampak agak bersih. Lelaki dewasi menggendong kedaua anak itu melwati sungai lalu menaiki tangga besi. Jalan tangga besi di batu panjang terjal ini salah satu medan yang berat juga. Mereka melewati kali lagi. Lelaki dewasa memberikan topinya kepada anak perempuan untuk dipakainya. Lalu ia menggendongnya.. Anak putri dan putra digendungnya di kiri dan kanaknya saat melintasi kali. Di suatu air terjun, ada tangga besi lagi. Mereka melwati kali itu lagi untuk mencapai tangga besi itu. Ayah lebih awal mendaki tangga besi itu. Di bagian atasnya ada celah sempit yang diapit batu lagi. Lelaki dewasa itu memberikan jaketnya kepada anak perempuan itu untuk dikenakannya lalu menggendongnya untuk menaiki tangga besi dan celah sempit it, Sang ibu menggendong anak putranya melewati tempat itu. Lagi-lagi, ini salah satu medan yang sulit yang mereka lewati. Air suangi terus bergemuruh mengalir di celah batu. Sang ayah sudah menunggu di atas untuk menarik anak-anak dan mereka yang lain. Mereka tetap melintasi jalan benaruan di daerah aliran sungai itu. Mereka melewati suangai lagi. Mereka tida di cadar batu dan tebing. Air terus menderu. Air jatuh di batu sehingga menimbukan suara menderu dan berisik. Di sini mereka tiga bekerja sebagai team untuk menyeberangkan anak-anak melewati sungai. Lelaki dewasa menyeberang duluan. Lalu ia menjemput 2 anak yang diangkat oleh ibu lalu serahkan kepada ayah lalu ke laki -laki dewasa. Setelah itu sang suamni dan laki-laki dewasa membantu menyeberangkan sang Ib dengan menarik tangannya. Sang suami membantuanya juga. Setalah itu lelaki dewasa menolong sang bapak yang setia menggendong anak putanya di dalam keranjang bayi. Mereka melewati lubang baru yang tampak seperti gua di pinggiran kali itu. Mereka menyentuh air di pinggir cadas batu lalu mulai mendaki cadasa batu lagi. Mereka saling membantu. Mereka tiba di puncak batu. Suatu pendakian yang tidak mudah. Mereka tiba di tempat yang agak landai. Mereka istirahat sebentar. Sang ayah menurunkan keranjang bayi lalu mengangkat putranya lalu digendongnya di depan sambil punggunggnya menggendong tas. Sang istri menikul keranjang bayi. . Lelaki dewasa menggendong anak perempuan yang tampaknya kelelahan. Mereka berjalan di jalan landai. Kedua anak -anak berjalan sendiri. Lelaki dewasa menggendong anak lelaki. Mereka lagi-lagi melintasi kali tapi debitnya sedang. Lagi-lagi mereka menyeberang kali. Ternyata dekat temapat itu ada jalan raya dan mobil pick up telah parkir di situ untuk membawa mereka ke rumah orang tua mereka. Selanjutnya mereka menggunakan pick up. Di kejauhan tampak perkampuangan karena ada terang listrik. Mereka tiba malam di rumah bapa dan mama mereka.
Installing a ladder on the path of Iranian nomads
( Memasang tangga di jalur pengembara Iran)
https://www.youtube.com/watch?v=WjTkzOKlBQg
Sekelompok nomaden Iran , mereka sepakat untuk menancapkan suatu tangga di tebing sungai. Mereka menyiapkan material dan fasilitas yang dibutuhkan seperti tangga, sekop, semen, ember, tali. Mereka berjalan membawa materail kerja seperti semen, tangga, sekop, tali. Seorang perempuan dewasa mengikuti mereka, mungkin untuk mentiapkan maknan dan minuman, semacam seksi konsumsi. Mereka melintasi kawasan sungai dan pegunungan bebatuan yang terjal, curam, sulit dan menantang. Masing-masing berusaha mengambil bagian dan bertanggung jawab dalam perjuangan ini. Mereka sepakat memasang tangga besi di daerah yang sangat sulit di ngarai sungai. Dengan semagat kebersamaan mereka berjuang mengatasi tantangan. Mereka bekerja sebagai team. Di tempat terjal mereka menurunkan tangga dengan sambil mengontrolnya menggunakan ikatan tali di ujung tangga. Nereka tampil sebagai sesama manuisa yang saling menolong. Mereka bahu membahu menanamkan besi itu pada cadas batu. Ada yang mencari pasir di kali, ada yang mengambil air, semen yang mereka pikul dengan tas dicampurkan dengan pasir dan air. Lalu mereka ikat tangga itu sehingga tidak bergerak. Sungguh suatu kerja sama yang sangat kompak. Mereka sehati sejiwa mengatasi tantangan itu. Mereka mengaduk campuran dengan tanah. Mereka mengecet tangga besi itu biar awer. Campuran yang mereka aduk dengan tangan mereka taruh di batu untuk dijadikan tumpuan untuk melangkah dan pegangan saat merangkat menaiki dan menuruni curaman batu yang panjang. Dalam situasi yang demikain, ada seorang yang sholat di alam. Wow..... tidak lupa berpasrah kepada Allah. Seorang Ibu dibantu para lelaki membantu mencari kayu lalu menyalakan api untuk memasak makanan. Mereka membantu orang lain yang sedang dalam perjalanan menurunkan tangga yang sedang dibuat. Ada suatu keluargsa yang terdiri dari seorang ayah dan ibu dan 2 orang anak perempuan yng melewati tangga yang sedang mereka buat. Ketika itu sudah selesai dikerjakan mereka membersihkan diri di sungai. Lalu mereka berkumpul di tempat yang agak rata. Perempuan dewasa membakar makanan. Mereka minum teh ala Iran dan minum susu ala Iran . Mereka memanggang daging . Mereka adalah kelompok orang pemberani, tidak menyerah pada keadaan, selalu berusaha mencari solusi atas masalah. Mereka membentangkan tikar di alam lalu makan dan makan bersama di alam terbuka.
JPS, 26 Oktober 2023.
_______
In the hot season, Iranian nomads take shelter at the foot of the mountains
Twists of Fate: The Tale of the Second Wife in Nomadic Culture | Part 1 | DENA Nomads
Liku-liku Takdir: Kisah Istri Kedua dalam
Budaya Nomaden | Bagian 1 | DENA Pengembara
https://www.youtube.com/watch?v=AHQAkP_zlw0
Suami memukuli istrinya. Istri dan ke 3 anaknya pergi meninggalkan rumah. Istinya, meminta Darius suaminya untuk membantu menjaga anaknya karena ian mengurus dapur.
_________
Twists of Fate: The Tale of the Second Wife in Nomadic Culture | Part 2 | DENA Nomads 🏕️❤️
165.261 penayangan 1 Sep 2023 #nomadlifestyle #nomadic #nomadiclifestyle
Mulailah perjalanan yang sangat menyentuh ke jantung permadani sosial
kompleks DENA Nomads dengan kisah memukau tentang istri kedua. Seiring dengan
berkembang dan berkembangnya budaya di seluruh dunia, Pengembara DENA
melestarikan beberapa tradisi kuno, salah satunya melibatkan ikatan poligami.
Di Bagian 2 dari kisah menawan ini, selidiki dinamika rumit, emosi, dan cobaan
yang dihadapi oleh istri kedua saat dia menavigasi posisinya dalam keluarga dan
komunitas yang lebih luas.
Melangkah ke dalam keluarga yang sudah mapan, protagonis kita bergulat
dengan penerimaan, pemahaman perannya, dan perebutan kekuasaan diam-diam yang
sering terjadi di balik bayang-bayang tenda nomaden. Saat hubungan diuji, dan
ikatan semakin kuat atau retak, pemirsa diajak untuk merenungkan cinta,
kesetiaan, norma-norma sosial, dan pengorbanan yang dilakukan atas nama
tradisi.
Nomadic Chronicles: A Mother's Escape - The Quest for Safety (Part 3)
Nomadic Chronicles: Pelarian Seorang Ibu - Pencarian Keamanan (Bagian 3)Nomads continue the path of children to grandmother simple life
Heartbreaking Incident: Tribesman Father's Unfortunate Accident"
Insiden Memilukan: Kecelakaan Malang yang dialami Ayah Anggota Suku"
https://www.youtube.com/watch?v=E6ZalZBCvOoDalam video ini , keluarga ini - perempuan berjilbab - memelihara anjing. 55,474 views Oct 15, 2023 #BrainInjury #nomadic #nomadsofiran In this emotional video, we share the heartbreaking story of a tribal father who recently discharged his wife from the hospital due to severe back pain. Unfortunately, a bitter fate awaited him as he had a tragic accident while building the roof of his winter house. Unlucky, he fell from a height and hit his head on an iron structure and suffered a brain injury. With the continuous efforts of his devoted wife, they managed to transfer him to the hospital for urgent medical care. Join us as we follow this family's harrowing journey and witness the challenges they face in the face of adversity. *** Insiden Memilukan: Kecelakaan Malang yang dialami Ayah Anggota Suku"
55,474 penayangan 15 Okt 2023 #Cedera Otak #nomaden #nomadsofiranDalam video yang penuh emosi ini, kami membagikan kisah memilukan
tentang seorang ayah suku yang baru-baru ini mengeluarkan istrinya dari rumah
sakit karena sakit punggung yang parah. Sayangnya, nasib pahit menantinya
karena ia mengalami kecelakaan tragis saat membangun atap rumah musim
dinginnya. Sialnya, ia terjatuh dari ketinggian dan kepalanya
istrinya dari rumah sakit karena sakit punggung yang parah. Sayangnya, nasib pahit menantinya karena ia mengalami kecelakaan tragis saat membangun atap rumah musim dinginnya. Sialnya, ia terjatuh dari ketinggian dan kepalanya terbentur struktur besi hingga mengalami cedera otak. Dengan upaya terus-menerus dari istrinya yang setia, mereka berhasil memindahkannya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang mendesak. Bergabunglah bersama kami saat kami mengikuti perjalanan mengerikan keluarga ini dan saksikan tantangan yang mereka hadapi dalam menghadapi kesulitan.JPS, 25 Oktober 2023. __________
A very beautiful day next to roaring waterfalls | Nomads of Iran 2023
Roaring = menderu; Waterfalls (air terjun).
https://www.youtube.com/watch?v=yGFig0jWq0o Hari yang sangat indah di samping air terjun yang menderu | Pengembara Iran 2023
The difficult passage of a village woman with her children in the mountains
Perjalanan sulit seorang wanita desa bersama anak-anaknya di pegunungan
https://www.youtube.com/watch?v=L8XoR-PsAnY Seorang ibu dengan 4 orang anaknya, 3 laki-laki dan 1 perempuan berjalan mellintasi medan berat di singgir kali suatu pegunungan di Iran., Timur Tengah. Di medan berat di titiian kayu yang mengubungkan batu yang satu dengan yang lain, sang Ibu membantu anak-anak yang kesulitan menapakan kaki pada titik tepat titian kayu. Dia memanjat titian itu lalu mengarahkan kaki anak lakinya yang berjalan mundur sambil tangannya memegang titian kayu bercabang itu. Ibu itu mengulurkan tangan mau menggendong anakn lakinya agar bisa tutun dengan aman dan selamat. Ibu menggendong anak laki-lakai yang belum bisa berjalan mandiri du jalan yang sulit, anak laki -laki yang tampak mulai dewasa memikul tas yang mungkin berisi bahan makanan dan minuman. Anak perempuan dan seorang anak laki-laki hanya membawa badan. Mereka jalan sambil memperhatikan satu sama lain. Mereka semua bersepatu, Melintasi airpun mereka tetap menggunakannya. Di medan berat dan sulit, ibu harus membantu anak laki-laki yang kesulitan untuk merangkat medan terjal, setelah ia menitipkan anak yang digendongnya di tempat aman. Dia menarik tangan anaknya lalu menuntuk menemukan celah batu sebagai gagangan sehingga dia bisa mencapai tempay yang baik. Mereka tiba di tempat tujuan, sebuat tempat yang agak rata dengan tumbuhan hijau dan tanaman serta ternak gemblaan mereka, tepatnya kambing. Ada pohon tetapi tampak meranggas. Diu stiu mereka memiliki rumah sederhana alam mereka.
JPS, 30 Oktober 2023. _____ Picking medicinal plants in the mountains by a village woman and her children
https://www.youtube.com/watch?v=zRh2Sy-1NXU Pemetikan tanaman obat di pegunungan oleh seorang perempuan desa dan anak-anaknya Seorang perempuan dan ke 3 anaknya, berjalan di pegunungan tandus mencari dedaunan untuk dijadikan obat. Mereka mendapati pohon kering yang masih berdiri dan sudah tumbang Ketika menjumpai tanaman hijau mereka mencabutnya lalu menyimpan di dalam tas. Mererka harus melewati jalan yang sulit. Tapi mereka tidak menyerah. Anak laki-laki memetik / memcabut dedaunan sambil menyanyi riang. Di tempat yang agak datar mereka berhenti. Mereka beristirahat sambil menyalakn api dan menghidangkan makanan. Mereka memasak air lalu membuat teh. Mereka mengkonsumsi teh berwarna merah. Setelah selesai makan, mereka merapihkan tempat itu dan tas mereka. Merka membawa tas dan daun-daun / tumbuhan yang mereka sudah petik di gurun. Mereka turun ke lembah tempat mereka star . berangkat. Anak laki-laki menyanyi sambil berjalan bahkan berlari di jalan yang menurun . Kadang mereka jatuh karena tergelincir. Mereka seperti bdermain ski di bebatuan pecah berkerikil . Mereka tiba di sebuah tempat yang bermata air jernih, Mereka cuci tangan dan minum air di situ., Lalu mereka tiba di penginapan. Sang Ibu membawa kayu bakar juga. Di rumah ternyata ada seorang perempuan dewasa yang menjaga 2 orang anak yang masih kecil, seorang laki dan seorang perempuan. Mereka mengolah dedaunan itu.
JPS, 30 Oktober 2023. Nomadic life: going for fun on a perfect day
https://www.youtube.com/watch?v=Oz0MYF3IVbo
Suatu keluarga bepergian suami istri dan 2 orang anak laki-laki. Mereka melintasi medan terjal. Tampak di bagian utara ada dan sungai yang keruh yang sedang menderu. Mereka menggunakan katrol kawat yang ditarik amnual untuk menyeberangi barang dan diri mereka sendiri ketika melewati sungai. Setelah mengantarkan barang, Ayah menggendong anak laki-laki kecilnya melewati sungai. Lalu ia membantu istrinya mengenanakan pesata sederhana itu untuk menyebangi suangai itu. Istrinya melakukan itu dengan baik. Dia belajar mengikat tadi lalu mendorong katrol lalu katrol menggelinding di kawat membawanya menuju ke seberang. Lalu ia membawa anak bangusunya dengan alat yang sama menyeberangi suangai itu. SUngguh ayah yang bertanggung jawab dan patut diandalkan. Lalu mereka melanjutkan perjalnan melintasi pinggiran kali itu. Ayah menggendong barang sambil menuntun anak lelaki yang masih kecil. Istri menggendong anak bungsu mereka yang masih kecil. Di gurun itu masih ada sumber air yang bersih dan jernih. Mereka tiba di suatu wilayah datar yang ada rumput hijau. Ada hewan ternak, berupa kambing di situ. Merka terus berjalan. Anak sulung mereka tersandung jatuh ringan. Ayah menolongnya. Ada air jernih yang keluar dari lubang batu yang sangar. Mereka istirahat sejenak untuk mencuci tangan lalu mengambil air dengan tangan untuk diminum. Ayah mengambil air dengan dua tangan lalu beri minum kepada putra sulungnya lalu sisanya dihabiskannya. Wow....dua tangan yang dikatupkan untuk mengangkut air untuk sang puta sulung dan dirinya. Sanga ibu meggendong anak bungsu hanya dengan tangan, tanpa menggunakan kain atau tas yang lazim reka gunakan. Mereka melewati sungai dengan bebatuan dengan satu dua pohon yang daunnya tampak hijau. Di sekitar padang itu memang ada pohon teta[pi tumbuhnya sangat berjarak. Mereka tiba di suatu liang. Mereka merapihkan tempat itu. Mereka membersihkan temoat itu lalu membentangkan kain untuk alas lalu membaringkan anak bungsu mereka yang sedang tidur dari tadi. Mereka menitipkan 2 anak mereka di situ lalu suami istri pergi mencari air. Mereka menemukan air yang jernih mereka mencedoknya lalu memasukkan ke dalam jeriken besar. Sang istri membawa itu ke tempat penginapan. Dia menjinjing lalu memikulnya di bahu,. Kedua anak mereka anteng di temapy penginapan. Anak sulung menjaga adiknya dengan baik. Mereka menggunakan tumbuhan sebagai sapu untuk membersihkan rumah. Anak laki-laki sulung membantu ibunya. Sang Ibu membuat api lalu memasak. Suami pergi mencari kayu kering untuk dijadikan kayu bakar. Isti memasak nasi dan membuat teh. Ayah bermain dengan anak-anak sambil menyanyi. Ayah membantu memasak nasi sambil menyanyi. Ibu membuat teh dan menghidangkan kue. Istri mencampurkan bumbu / minyak ke nasi. Suami mengisap rokok (?). Suami membersihkan ayam dang alat panggang. Isti membantu memasukkan ayam ke dalam panggangan. Suami meambahkan kayu untuk membuat arang. Suami pergi mencari kayu tambahan. Lalu mereka makan bersama. JPS, 1 Nov. 2023. ________ Water piping in the mountains by a nomadic family
https://www.youtube.com/watch?v=xmvlkM5h778 Suatu keluarga berusaha mempipanisasi air dari pegunungan ke tempat tinggal mereka. Mereka memberli pipa. Lalu ayah dan ibu memikul pipa itu ke puncak gunung. Yang menarik bahwa orang tua memberi contoh untuk bekerja keras dan sama-sama bekerja demi tujuan bersaama yakni membawa air bersih ke rumah dengan sistem pemipaan. Ada jenis tanaman yang tumbuh di tempat itu. Sekeluarga bekerja sama. Orang tua, anak-anak bekerja sama. Anak-anak membantu orang tua mengumoulkan material seperti dedaunan dan bebatuan untuk menindih pipa untuk mengalirkan air. Lalu mereka membuka kabel dalam gulungannya lalu membentangkannya untuk mengalirkan air. Akhirnya air pipa tiba di dekat penginapan mereka. Mereka membersihkan batu cucian lalu membersihkan ttangan lalu meminum langsung air dari pipa itu. Oh...senangnya. _________ Nomad Life! Cooking Eggplant Appetizer
for Dinner and Baking Tandoori Bread
https://www.youtube.com/watch?v=qEr2vZy2Irk Orang Islam (Nomad Iran) memelihara anjing . Juga menggunakan keledai sebagai sarana angkutan (memikul kayu bakar, dll).
JPS, 2 November 2023.