Senin, 30 Oktober 2023

KISAH PEMULUNG TULUS, SURYADI

 KISAH PEMULUNG TULUS,  SURYADI

PENCINTA SATWA

 PENCINTA SATWA

https://www.youtube.com/watch?v=-f9RAtSp358


Pencinta satwa, terutama Burung  Kuauraja (?)   in di Gunung Leuser, Aceh. 

Kuau Raja atau dalam nama ilmiahnya Argusianus argus adalah salah satu burung yang terdapat di dalam suku Phasianidae. Kuau Raja mempunyai bulu berwarna cokelat kemerahan dan kulit kepala berwarna biru. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 200 cm. Di atas kepalanya terdapat jambul dan bulu tengkuk berwarna kehitaman. Burung jantan dewasa juga memiliki bulu sayap dan ekor yang sangat panjang, dihiasi dengan bintik-bintik besar menyerupai mata serangga atau oceli. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, panjangnya sekitar 75 cm, dengan jambul kepala berwarna kecokelatan. Bulu ekor dan sayap betina tidak sepanjang burung jantan, dan hanya dihiasi dengan sedikit oceli.. (https://id.wikipedia.org/wiki/Kuau_raja)

Burung Kuau Raja (Argusianus argus) ada huga di  di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (https://bksdakalsel.com/burung-kuau-raja-argusianus-argus-dievakuasi-oleh-skw-i-pelaihari/) 


JPS, 31 Oktober 2023

MONYET PINTAR - bisa melakukan pekerjaan seperti manusia (Belanja), dll

 MONYET PINTAR - bisa melakukan pekerjaan seperti manusia (Belanja), dll 

BELAJAR DARI NEGARA LAIN

 BELAJAR DARI NEGARA LAIN


1. BHUTAN

Negara  yang bertetangga denga India ini berada  pegunungan Himalaya. Mayoritas penduduknya  beragama Budha. Burung nasional , burung suki   Bhutan adalah Gagak .  Bhothan menganggap Gagak sebsgai dewa  Gompo  Jaridongchen, dewa  penjaga negara.  (https://www.youtube.com/watch?v=aroagnbnKoM). ;  https://www.youtube.com/watch?v=-2APqaQvEgk&t=6s).

Bhotan menjadi  negara pertam kabo negatif, yang  berarti menyerap lebih banyak  karbondioksida daripada yang dipancarkannya. Di Bhutan  tembakau dilarang dijual? Mengapa  supaya masyarakat tidak merokok, kesehatan tetap terjaga baik. 







Minggu, 29 Oktober 2023

BELAJAR DARI SPORTIFITAS OLAHRAGA

 BELAJAR DARI SPORTIFITAS OLAHRAGA

https://www.youtube.com/watch?v=cPJKa865NVo


Final tuunggal  Yones Frech Open 2023, mempertemukan  Jonathan Christie  dari Indonesia melawan Li Shi Feng dari  China.  Permainan berlangsung ketat dalam 3  babak. Babak pertama dimenangkan oleh Li Shi Feng   dengan skor  21 - 16 dan  2 babak selanjutnya  dimanangkan oleh  Jonathan Christie dengan skor  21 -15 dan 21 - 14 . Li She Feng  sempat terpeleset dan jatuh buruk pada babak ketiga.  Setelah  memangi laga Jonathan Christie  menyalami pelatihnya, Irwansyah. Selanjutnya Jonathan Christie  membuat tanda salib sebagai tanda  syukur kepada Tuhan. Jonathan Christie adalah  penganut  Katolik. Sedangkan Iwansyah melakukan sujud syukur di lapangan. Pelatih Irwansyah adalah seorang Muslim. Wow..... pelatih dan pemain  sama-asama menymapaikan syukur kepada Tuhan melalui  agamanya masing-masing. Luar  biasa Indonesia,   hidup rukun meski  berbeda agama.  Agama sebagai energi perjuangan. Jonathan Christie  mengenakan kalung salib. Bagi orang Kristen (Katolik), Salib merupakan hikmat dan kekuatan Allah (1 Kor 1:18). 

JPS, 30 Oktober 2023. 



Selasa, 24 Oktober 2023

BELAJAR DARI KELUARGA DESA YANG MELINTASI CADAS PEGUNUNGAN MENGANCAM NYAWA

 BELAJAR DARI KEHIDUPAN KELUARGA NOMADEN (NOMAD LIFE)


BELAJAR DARI KELUARGA DESA YANG MELINTASI CADAS PEGUNUNGAN MENGANCAM NYAWA

Jumat, 20 Oktober 2023

BELAJAR DARI NOMADEN IRAN (IRAN's NOMAD)

 BELAJAR DARI NOMADEN  IRAN (IRAN's NOMAD)


Nomadic life: moving from a difficult path to congratulate parents on the new year

Kehidupan nomaden: beralih dari jalan yang sulit untuk memberi selamat kepada orang tua di Tahun Baru

https://www.youtube.com/watch?v=eDOa2sW5YCo

Suatu keluarga terdri dari ayah dan ibu serta tiga orng anak. Anak-anak masih  kecil. Dua orang , laki dan wanita  berumur sekitar 4 - 6 tahun dan seorang lagi sekitar  1- 2 tahun.  Mereka  melakukan perjalan ke  rumah orang tua. Mereka  menyiapkan segala yang perlu, termasuk keranjang bayi untuk menggendong anak-yang masih kecil. Di awal perjalnan suami menggendong tas, isti menggendong keranjing bayi yang berisi bayi. Dua anak yang lain  berjalan sendiri.  Mereka meninggalkan pemukiman yang terletak di tempat yang agak datar. Di situ ada  rumah /  tenda untuk berteduh.  Mereka meninggalkan  ternak  berupa kambing dan ayam di tempat itu.  Istri menggendong  kranjang bayi  yang berisi bayi. Suami menggendong barang.  Mereka tinggal di pinggir sungai yang  tampak berwarna kuning karena bdercampur lumpur.   Mereka  melintasi jalan bebatuan di pinggir sungai.  Mereka   melewati jalan yang rata lalu mulai mendaki yang berisi tanah dan bebatuan serta   disertai rerunputan hijau. Mereka mulai melintasi medan  berat  dengan jalan smpit bebatuabn.  Mereka mulai melawati   celah  tebing bebatuab. Dua anak itu  dibantu  orang tua  berjalan dengan  penuh kepercayaan  diri, tak ada rasa takut.   Mereka  menikmati  jalan bebatyuan itu.  Di jalan yang sempit di celah batu sempit, suami menolong istrinya  yang menggendong keranjang bayi dan bayi supaya  tidak terbentukr batu besar di  pingir jalan sempit it.  Kedua nak - anak mereka  bisa jalan  sendiri.  Mereka  berdua  berjalan di depan  meninggalkan kedua orang tuaa mereka.  Lalu  suami  istri bergantian  menggendong keranjang bayi dan bayinya. Istri menggendong  tas, suami menggendong  leranjang bayi dan bayinya.   Bayi tidur  anteng  dalam keranjangnya.  Istri merapihkan kerjanjing bayi dan tali pengikat, pastikan aman karena melewati jalan yang sulit.  Mereka menuruni cadas bebatuan.  Lalu mendaki bebatuan di pinggir  kali. Air  kali tampak coklat.   Mereka  melintasi tebing  batu dengan ,emgamdalkan tali sebagai pegangan dan  tumpuan  di cadas batu di teping itu. Sungguh perjalanan memacu adrenalin.  Orang tua membimbing anak-anak  melintasi jalanan berbahaya ini.   Sungai dengan air keruh terus menderu. Suami istri bahu membahu menolong anak-anak melintasi kawasan beresiko itu.  mereka melintasi tebing batu dan titian kayu sambil  memenang tali.  Orang  tua membimbing anak-anak di cadas bebatutuan itu.  Tibalah mereka di tebing batu terjal lalu ada kayu bercabang  untuk membantu menurunai  bagian bebatuan lain. Ayah tutun duluan  dengan posisi  mebelakangi kayu titian agar bisa mengarahkan. Ketika kakinya menyentuh  landasan kuat,  dia   mengangkat kedua anaknya dengan kedua tangannya. Air kerus  terus menderu di sisi utara mereka.  Ketika anal lekainya capai, sang ibu menggendongnya melewati cadas bebatuan.  Mereka harus  tiba di pinggir  suangai yang kerush itu.  Kedua anak itu tampak haus. Ibu  mengantarkannya ke  pinggir  suangi. Mereka cuci tangan dan terlihat meminum air yang kerush itu. Kasihan  juga.   Mereka  melewati  jalan setapak cadas bebatuan itu.  Mereka  tiba di daerah yang landai  dengan  rumput segar di sekeliling itu.  Sang  Ibu  menggendong anak lelakinya. Anak perempuan  berjalan sendiri. Lalu anak laki-laki itu  turun sendiri.  Kali ini mereka  melintasi jalan terjal lagi. Sang ayah  menggendong putranya di atas pundaknya sambil melewati jalan terjal itu.  Sang Ibu membimbing anak putrinya. Mereka mendaki  bebatuan terjal. Sang ayah menunggu sambil memberikan arahan. Tiba saatnya  dia  harus menolong istrinya  yang menuntuk anak puti mereka. Sang ayah  menggendong ketiga anaknya di ajalan terjal. Wow...... . Di jalan yang  agak landai mereka membiarkan puta putri mereka  berjalan dan berjuang sendiri.  Ada kayu meranggas di jalan yang mereka lewati.  Suami dan istri  dengan tekun membimbing  putra - putri mereka. Tampaknya ini salah satu tempat  tinggal para noimaden  karena tempatnya agak datar, ada bekas  api dan kayu bakar. Ada  lelaki dan perempyuan dewasa di sini. Mungkin mereka suami istri.  . Rupanya  ini tempat  tinggal untuk keluarga nomaden lainnya. Tampak mereka bercakap-cakap.   Keluarga ini melanjutkan perjalnan mereka.  Di jalan yang agak baik, mereka membiarkan anak-anak jalan di depan mereka.   Lalu di jalan yang agak terjal mereka dibantu kedua orang tua melewati jalan terjal itu.  Di suatu jalan terjal  suami dan istri bahu membahu membantu anak-anak menreka melewati jalan terjal itu.   Mereka  tiba di titian kayu  dengan tali sebagai pegangan saat  melintas. Mereka melintasi jalan bebatuan.  Ketika anak-anak salah jalan, ayah mengingatkan mereka  untuk kembali ke jalan yang benar.   Di suatu tempat mereka berhenti. Sang ayah menurunkan kernajang bayi , membuka tutupan kernajang lalu menyapa sang anak: "Shalom".  Sang anak menantap dengan  gembira. Kakak perempuan  mengecupinya.   Lalu mereka menyeberangi sungai.Bagian bawah pakaian mereka basah  karena menyeberangi sungai.  Sang Ibu menggendong bayi  sambil melompat, dikira mencapai batu ternyata tidak, akhirnya sepatu dan  bagian bawah pakaiannya basah.  Mereka tertawa.  Lalu mereka  mulai dengan pendakian bukit batu.  Sang  ayah menggendong  anak putri  di pundaknya. Sungguh suatu perjuangan yang luar  biasa.  Mereka merangkak di bukit batu itu.  Sang istri   beruaha merangkak sambil menuntuk  putra mereka yang merangkak juga. Sang  ayah menurunkan  putrinya di batu yang agak aman lalu menjemput putranya yang  sedang berjuang di bukit batu itu.   Ayah mengurukan tangannya menjemput uluran tangan putranya  yang  juga sedang dalam tuntunan ibunya. Suami istri  bekerja sama membantu anak-anak mereka.  Istrinya melontat dari tebing menuju batu yang sudah ditempati suami dan anak-anaknya. Dia melompak dengan aman.  Dari batu yang agak bulat itu mereka turun ke sungai. Suami  bersentuhan dengan air lain, istri melompat dari batu sehingga  tidak bersentuhan banyak dengai  air sungai. . Di tempat ini air kali  agak bersih.  Mereka  melanjutkan perjalanan.  Mereka jalan di pinggir kali. Ada   deruan air yang jatuh dari temoat tinggi.  Mereka menyeberangi sungai. Ayak-anak mereka  gendong.  Beberapa kali mereka  melintasi  air  sungai. Kaki mereka , suami istri menyentuh air.  Di suatu  cadas, ayah menyeberangi sungai yang sala sambil menggendong anak puti dan putranya secara bergantian.  Sang istri melompak dari batu sebelah ke batu sebelahnya lagi.  Selanjutnya mereka memanjat titian  kayu . Itu jalanan sempit  karena berada di celah 2 batu besar. Ayah dan ibu bahu membahu  membantu melewati putra putri mereka melewati tempat itu.  Suami membantu istri melawati  medan  berat itu.  Suami dan istri saling  mengulirkan tangan. Suami menarik istri ke atas sehingga  bisa  melewati titian kayu di lubang celah batu itu.  Ternyata di tempat itu  sudah ada seolrang lelaki dewasa.   Di suatu  tempat  tampak ada seorang lelaki   dewasa. Mungkin keluarga yang  datang untuk menjemput mereka.  Mereka bersalaman.  Lelaki itu membantu menggendong anak putri dan putra secara bergantian. Anak putri di tempat di seberang kali, lalu  menjempour menggendong anak putra. .  Mereka  masih melewati bebatuan besar di   kelokan uanga yang mereka sudah lewati berkali-kali.   Di jalan batu besar jerjal mereka  berjuang lagi. Ayah  membantu menuntuk kedua  anak mereka, istri membantu  menguatkan suami dengan memegang keranjang bayi yang digendongnya.  Mereka  menaiki titian kayu smabil  memegang  tali untuk bisa mencapai batu besar.  Suani pertama merangkak di titian kayu dan batu besar itu. Setelah sampai di batu besar, dia  turun mengulurkan tangan menolong anak -anak. Pria dewasa membantu  anak-anak melewati titian kayu dan batu  besar itu.   Sang ibu membantu. Jadi, ayah di  batu besar, laki-laki dewasa di titian kayu  dan sang ibu di batu bawah mengangkat nak-anak lau diserahkan ke lelaki dewasa lalu lelaki dewasa menyerahkan ke  ayah anak-anak. Sungguh suatu  kerja team yang luar biasa.  Sang ibu merangkat terakhir di titian kayu dan batu itu. Di sebelah kanan mereka  air  sungai masih  menderu  mengalir   ketinggian  melewati kawasan bebatuan. Ini salah satu   medan yang tersulit yang mereka  lewati.  Mereka lelah. Mereka beristirahat sejenak, memberikan ASI  kepada anak  bungsu yang mereka   gendong. Sang ayah  merebahkan diri  sambil bersandar di  batu besar itu.    Mereka melanjutkan perjalanan. Di tempat  yang agak rata, anak-anak berlari  di pinggir  kali.  Istri membantu suami  merapihkan keranjang bayi ketika  hendak melanjutkan perjalanan.  Lagi-lagi mereka melintasi kali. Kali tampak  agak bersih.  Lelaki dewasi menggendong kedaua anak itu melwati sungai lalu menaiki tangga besi.   Jalan tangga besi di batu panjang terjal ini salah satu medan yang berat juga.  Mereka melewati kali lagi. Lelaki dewasa memberikan topinya kepada anak perempuan untuk dipakainya.  Lalu ia menggendongnya.. Anak putri dan putra digendungnya di kiri dan kanaknya    saat melintasi kali.  Di suatu air terjun, ada tangga  besi lagi.  Mereka  melwati kali itu lagi untuk mencapai  tangga  besi itu.   Ayah lebih awal mendaki tangga  besi itu. Di bagian atasnya ada  celah sempit yang diapit  batu lagi.  Lelaki dewasa itu memberikan jaketnya kepada  anak perempuan itu untuk dikenakannya lalu menggendongnya untuk menaiki tangga besi  dan celah sempit it, Sang ibu menggendong anak putranya melewati tempat itu. Lagi-lagi, ini salah satu  medan yang sulit yang  mereka lewati.  Air suangi terus bergemuruh  mengalir  di celah batu.   Sang  ayah sudah menunggu di atas  untuk menarik anak-anak dan mereka yang lain.  Mereka  tetap melintasi jalan benaruan di daerah aliran sungai itu. Mereka melewati suangai lagi.  Mereka tida di cadar batu dan tebing. Air terus menderu. Air jatuh di batu sehingga menimbukan suara menderu  dan berisik. Di sini mereka  tiga  bekerja sebagai team untuk   menyeberangkan anak-anak melewati sungai.  Lelaki dewasa  menyeberang duluan. Lalu ia menjemput  2 anak yang diangkat oleh ibu lalu serahkan kepada ayah lalu ke laki -laki dewasa. Setelah itu sang  suamni dan laki-laki dewasa membantu menyeberangkan sang Ib dengan menarik tangannya. Sang  suami membantuanya  juga. Setalah itu  lelaki dewasa  menolong  sang bapak yang    setia menggendong anak putanya di dalam  keranjang  bayi.   Mereka melewati  lubang  baru yang tampak seperti  gua di pinggiran kali itu.  Mereka menyentuh air di pinggir cadas batu lalu  mulai mendaki cadasa batu lagi.  Mereka  saling membantu.  Mereka   tiba di puncak batu. Suatu pendakian yang  tidak  mudah.  Mereka tiba di tempat yang agak landai. Mereka  istirahat sebentar.  Sang ayah menurunkan  keranjang  bayi lalu mengangkat putranya lalu digendongnya di depan sambil punggunggnya menggendong  tas.  Sang istri menikul keranjang bayi. .   Lelaki dewasa  menggendong  anak perempuan yang tampaknya kelelahan. Mereka   berjalan di jalan landai. Kedua anak -anak berjalan sendiri.   Lelaki dewasa menggendong anak lelaki. Mereka lagi-lagi melintasi  kali tapi debitnya  sedang.  Lagi-lagi mereka menyeberang  kali.   Ternyata  dekat  temapat itu ada jalan  raya  dan mobil pick up telah parkir di situ  untuk membawa mereka  ke rumah orang tua mereka.  Selanjutnya  mereka menggunakan  pick up.  Di kejauhan tampak perkampuangan karena  ada  terang listrik. Mereka  tiba  malam di rumah bapa dan mama  mereka.  



Memasang tangga di jalur pengembara Iran)

https://www.youtube.com/watch?v=WjTkzOKlBQg

Sekelompok nomaden Iran , mereka sepakat untuk  menancapkan suatu tangga di  tebing sungai. Mereka menyiapkan material dan fasilitas yang dibutuhkan seperti  tangga,  sekop,  semen, ember, tali. Mereka  berjalan membawa materail kerja seperti semen, tangga, sekop, tali.  Seorang perempuan dewasa mengikuti mereka, mungkin untuk mentiapkan maknan dan minuman, semacam seksi konsumsi.  Mereka melintasi  kawasan sungai  dan pegunungan bebatuan  yang terjal, curam, sulit dan menantang. Masing-masing  berusaha mengambil bagian  dan bertanggung jawab dalam perjuangan ini.   Mereka  sepakat memasang tangga besi di  daerah yang sangat sulit di   ngarai sungai. Dengan semagat kebersamaan mereka berjuang mengatasi tantangan. Mereka bekerja sebagai team. Di tempat terjal mereka menurunkan tangga dengan sambil mengontrolnya menggunakan ikatan  tali di  ujung tangga.  Nereka  tampil sebagai sesama manuisa yang saling menolong.   Mereka bahu membahu   menanamkan besi itu pada  cadas  batu. Ada yang  mencari pasir di  kali, ada yang mengambil air,   semen yang   mereka  pikul dengan tas dicampurkan dengan   pasir dan air. Lalu mereka  ikat  tangga itu sehingga tidak  bergerak. Sungguh suatu kerja sama yang  sangat kompak.  Mereka sehati sejiwa  mengatasi tantangan itu.  Mereka  mengaduk  campuran  dengan tanah.  Mereka mengecet tangga besi itu  biar awer.  Campuran yang mereka  aduk  dengan tangan  mereka  taruh di batu untuk dijadikan tumpuan untuk melangkah dan pegangan saat merangkat  menaiki dan menuruni curaman batu yang panjang.  Dalam situasi  yang demikain, ada seorang yang  sholat di alam. Wow..... tidak  lupa  berpasrah kepada Allah.  Seorang Ibu dibantu para lelaki membantu mencari kayu lalu menyalakan api untuk memasak makanan. Mereka  membantu  orang lain yang sedang  dalam perjalanan menurunkan tangga yang sedang dibuat. Ada  suatu keluargsa yang terdiri dari seorang  ayah dan ibu dan 2 orang anak perempuan yng melewati tangga yang sedang  mereka  buat.  Ketika itu sudah selesai dikerjakan mereka membersihkan diri di sungai.  Lalu  mereka   berkumpul di tempat  yang agak rata.  Perempuan dewasa membakar makanan. Mereka minum teh ala Iran dan minum susu ala Iran . Mereka  memanggang  daging . Mereka  adalah kelompok orang pemberani, tidak menyerah pada keadaan, selalu berusaha mencari solusi atas masalah.   Mereka membentangkan tikar di alam lalu makan dan  makan bersama di alam terbuka.   

JPS, 26 Oktober 2023. 

_______

Ibu dan anak membentang tikar di tanah di  bawah pohon. Anak-anak membantu  mengangkat  gelas minuman . Merak  minum teh  dan makan makanan khas mereka.  Mereka hanya  minum 1 gelas teh dan sebiji makanan. Koq  busa  kenyang ya? . Lalu mereka mencari buah-buahan pada pohon di  padang  gurun.  Ibu  itu memanjat pohon untuk memetik buah.  Anak-anak memungut  buah yang dipetik ibu mereka.   Ibu memberikan minuman kepada anak-anaknya.   Lalu mereka  berjalan  lagi.   Mereka  kembali ke penginapan.  Lalu mereka berjalan ke jalan raya.  Ibu menggendong  tas  dan ayak yang belum bisa berjalan sendiri.  Kadang  ibu  menggendong kedua anak laki-lakinya ketika  mereka lelah. Anak perempuan membantu membawa  tas.  Mereka  tiba di jalan raya beraspal.  Ada  mobil pic up biru datang menjemput mereka. Milik keluarga?  Mereka  turun di suatu  tempat. Ternyata  mereka mau menjual buah-buahan yang mereka petik di padang gurun. Mereka  datang belanjang bhan kebutuhan.   Ada kambing di tempay mereka  belanja.   Lalu mereka  pulang.  Mobil pick u biri  datang  lagi untuk mengangkut mereka.  Mererka membayar ongkos mobil pivk up saat mereka  turun.   Lalu mereka berjalan ke tempat penginapan di padang  gurun.  


JPS, 25 Oktober 2023.