KISAH INSPIRATIF DALAM BIDANG PENDIDIKAN
ANAK INI SELALU DIANGGAP BODOH – KISAH NAK DISLEKSIA dan PERAN SEORANG GURU HEBAT
https://youtube.com/shorts/su1AbJeYrsk?si=OaBtiIKoD7nPwLi1
Guru meminta seorang
anal laki-laki untuk menjawab pertanyaan. Tetapi dia menjawab bahwa huruf-huruf
di buku itu menari-nari. Saat diminta membaca dengan lantang, ucapannya anak aneh membuat seisi kelas
tertawa. Gurupun mengusirnya dari
kelas. Namun, alih-alih menrenung, malah
ia menari-nari dengan riang. Saat ujian
tiba, ia berpikir keras menulis
jawabannya dengan penuh percaya diri.
Ketika ditanya apakah ujian itu sulit,
dia berkata, terlalu mudah. Nilainya membuat ayahnya
murka, Dia dipukuli habis-havisan. Tetapi anak tidak merasa malu, malah tertawa
terbahak-bahak. Dalam kemarahan, Sang
ayah mengirimnya ke sekolah
berasrama. Saat melihat
keluarganya pergi, anak itu tak bisa menahan air mata. Ia
merasa dunia telah meninggalkannya.
Ia menolak makan dan minum,
menangis diam-diam di kamar mandi
setisp malam. Saat ia mengelamun di kelas , guru melemparinya dengan kapur,
jika tidak bisa menjawab pertanyaan,
telapak tangannya dipukul. Anak itu
tidak mengerti apa kesalahannya. Suatu hari
datanglah seorang guru baru . Ia
meniup seruling di kelas, bermain bersama murid-muridnya dan membiarkan
mereka menggambar dengan bebas. Anak itu
duduk diam di sudut menarik perhatian sang guru.
Saat ditanya banabya, dia hanya diam.
Suatu hari ia berlutut di depan kelas, Guru itu tidak mengerti lalu bertanya kepada teman-temannya. Mereka menjawab, dia itu bodoh. Guru terkejut. Ia melihat buku tulis anak itu penuh dengan kesalahan. Tetapi ia menemukan sesuatu yang lebih
dalam. Ia mengunjungi rumah anak itu dan
berkata kepada orang tuanya.: Anak anda mengalami disleksia. Ayahnya tidak percaya, maka guru menunjukkan sebuah
kotak berii tulisan Jepang dan meminta
membacanya . Saat itulah sang ayah akhirnya mengerti bahwa begibilah dunia
terlihat oleh anaknya. Hari itu, di
kelas guru bercerita tentang seorang
anak yang membenci membaca, merobek
bukunya , mematah pensilnya dan melihat angka sebagai laba-laba. Siapa dia? Tanya guru.
Seisi kelas tertawa. Anak itu panik..
Ia yakin cerita itu tentang dirinya.
Ternyata tokoh yang dikisahkan
guru itu adalah Albert Einstein. Anak itu terkejut. Ternyata. ada orang yang melihat
dunia dengan cara berbeda. . Mereka juga
bisa menjadi genius. Ia mendengarkan dengan seksama. Unuk pertama kalinya ia tersenyum . Sang guru berjanji membantunya melawan
disleksia. Mereka mengeja kata di atas
pasir menggunakan warna untuk membedakan
huruf. Guru itu sabar. Anak itu mulai
percaya diri dan bekerja keras siang dan malam.
Ada kegiatan lomba di sekolah.
Semua anak melukis dengan sunguh-sungguh. Anak itu menyelesaikan
karyanya. Anak itu memberikan karyanya
kepada guru. Bakatnya bersinar.
Sang guru bisa melihat kegeniusannya. Anak itu melihat lukisan sang guru. Isinya adalah dirinya yang sedang tersenyum. Ia
menang is tanpa sadar. Ia menang juara pertama.
Ia berjalan pelan ke panggung dan berlari memeluk guru itu sambil menangis. Sang guru memeluknya lebih erat
lagi
Mote:
Disleksia. Apa itu?
Disleksia adalah gangguan belajar yang
mempengaruhi cara otak memproses informasi, terutama yang berkaitan dengan
bahasa tertulis. Orang dengan disleksia mengalami kesulitan membaca,
menulis, dan mengeja. Meskipun bukan penyakit, disleksia merupakan kondisi
neurologis yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam belajar dan
berinteraksi dengan bahasa tertulis.
Penyebab Disleksia:
· Faktor
Genetik:
Disleksia
seringkali diturunkan dalam keluarga, menunjukkan adanya komponen genetik.
· Perkembangan
Otak:
Perbedaan
dalam cara otak memproses informasi, terutama dalam pemrosesan fonologis
(kemampuan mengenali bunyi bahasa), dapat menyebabkan disleksia.
· Faktor
Lingkungan:
Beberapa
faktor lingkungan seperti kelahiran prematur atau terpapar zat tertentu saat dalam
kandungan juga dapat meningkatkan risiko disleksia.
Ciri-Ciri Disleksia:
· Kesulitan
Membaca:
Kesulitan
mengenali dan memahami kata-kata tertulis, seringkali membaca lambat dan
membuat kesalahan.
· Kesulitan
Menulis:
Kesulitan
dalam mengeja, menyusun kalimat, dan menyampaikan ide secara tertulis.
· Kesulitan
Memproses Bunyi:
Kesulitan
dalam membedakan bunyi huruf atau suku kata, dan menggabungkannya menjadi
kata-kata.
· Kesulitan
dalam Menyusun Urutan:
Kesulitan
dalam mengingat urutan alfabet, nama bulan, atau langkah-langkah dalam suatu
proses.
Penting untuk diingat:
·
Disleksia bukan
berarti kurang cerdas. Banyak individu dengan disleksia memiliki
kecerdasan yang normal atau bahkan di atas rata-rata.
·
Disleksia tidak dapat
disembuhkan, tetapi dengan dukungan dan intervensi yang tepat, individu dengan
disleksia dapat belajar membaca, menulis, dan berhasil dalam kehidupan.
·
Dukungan dari
keluarga, guru, dan terapis sangat penting bagi anak-anak dengan disleksia
untuk mengembangkan kemampuan belajar dan mengatasi tantangan yang mereka
hadapi.
JPS, 10 Juli
2025.
2. HIDUP ADALAH TANGGUNG JAWAB
https://youtube.com/shorts/92MSRf0bI4s?si=tEv05OxaENuI6qvd
JPS, 10 Juli 2025.
**********
4. BELAJAR DARI FORMASI SERIGALA
BELAJAR DARI FORMASI SRIGALA: PEMIMPIN BERADA DI BARIS PALING BELAKANG
https://youtube.com/shorts/PjQYpiXBaIw?si=31PUe4NOGf0r9Wcw
JPS, 10 Juli 2025.
********
5. BELAJAR DARI MISAKI ARAKAWA, WANITA CACAT, TANPA KAKI DAN LENGAN
https://www.youtube.com/watch?v=0i7nfseqk5g
Tidak ada komentar:
Posting Komentar