Kamis, 10 Juli 2025

KISAH INSPIRATIF DALAM BIDANG PENDIDIKAN

 

KISAH INSPIRATIF DALAM BIDANG PENDIDIKAN


ANAK INI SELALU DIANGGAP BODOH – KISAH NAK DISLEKSIA dan PERAN SEORANG GURU HEBAT


https://youtube.com/shorts/su1AbJeYrsk?si=OaBtiIKoD7nPwLi1



Guru meminta seorang anal laki-laki untuk menjawab pertanyaan. Tetapi dia menjawab bahwa huruf-huruf di buku itu menari-nari. Saat diminta membaca dengan lantang,  ucapannya anak aneh membuat seisi kelas tertawa.  Gurupun mengusirnya dari kelas.  Namun, alih-alih menrenung, malah ia menari-nari dengan riang.  Saat ujian tiba, ia berpikir keras  menulis jawabannya  dengan penuh percaya diri. Ketika  ditanya apakah ujian itu sulit, dia berkata, terlalu  mudah.  Nilainya membuat  ayahnya  murka, Dia dipukuli habis-havisan. Tetapi anak  tidak merasa malu, malah tertawa terbahak-bahak.  Dalam kemarahan, Sang ayah mengirimnya ke sekolah  berasrama.  Saat melihat keluarganya pergi, anak itu tak bisa menahan air mata.  Ia  merasa dunia telah meninggalkannya.  Ia menolak makan dan minum,  menangis  diam-diam di kamar mandi setisp malam. Saat ia mengelamun di kelas , guru melemparinya dengan kapur, jika tidak bisa   menjawab pertanyaan, telapak tangannya dipukul.  Anak itu tidak mengerti apa kesalahannya. Suatu hari  datanglah seorang guru baru . Ia  meniup seruling di kelas, bermain bersama murid-muridnya dan membiarkan mereka menggambar dengan bebas. Anak itu  duduk diam di sudut menarik perhatian sang  guru.  Saat ditanya banabya, dia hanya diam.  Suatu hari ia berlutut di depan kelas, Guru itu tidak  mengerti lalu bertanya kepada teman-temannya.  Mereka menjawab, dia itu  bodoh. Guru terkejut.  Ia melihat buku tulis  anak itu penuh dengan kesalahan.  Tetapi ia menemukan sesuatu yang lebih dalam.  Ia mengunjungi rumah anak itu dan berkata kepada orang tuanya.: Anak anda mengalami disleksia.  Ayahnya tidak percaya, maka  guru menunjukkan  sebuah  kotak  berii tulisan Jepang  dan  meminta membacanya . Saat itulah sang ayah akhirnya mengerti bahwa begibilah dunia terlihat oleh anaknya.  Hari itu, di kelas  guru bercerita tentang seorang anak yang  membenci membaca, merobek bukunya , mematah pensilnya dan melihat angka sebagai  laba-laba. Siapa dia?  Tanya  guru.  Seisi kelas tertawa. Anak itu panik..  Ia yakin cerita itu tentang dirinya.  Ternyata  tokoh yang dikisahkan guru itu adalah Albert Einstein.   Anak itu terkejut. Ternyata.  ada orang yang melihat dunia dengan cara berbeda. .  Mereka juga  bisa menjadi genius. Ia mendengarkan dengan seksama.  Unuk pertama kalinya ia tersenyum . Sang  guru berjanji membantunya melawan disleksia.  Mereka mengeja kata di atas pasir menggunakan  warna untuk membedakan huruf. Guru itu  sabar. Anak itu mulai percaya diri dan bekerja keras siang dan malam.  Ada kegiatan lomba di sekolah.  Semua anak melukis dengan sunguh-sungguh. Anak itu menyelesaikan karyanya.  Anak itu memberikan karyanya kepada guru. Bakatnya bersinar.  Sang  guru  bisa melihat kegeniusannya. Anak itu  melihat lukisan sang guru. Isinya   adalah dirinya yang sedang tersenyum. Ia menang is tanpa sadar. Ia menang juara pertama.  Ia berjalan pelan ke panggung dan berlari memeluk guru itu sambil  menangis. Sang guru memeluknya lebih erat lagi 

 

Mote:

Disleksia. Apa itu?

Disleksia adalah gangguan belajar yang mempengaruhi cara otak memproses informasi, terutama yang berkaitan dengan bahasa tertulis. Orang dengan disleksia mengalami kesulitan membaca, menulis, dan mengeja. Meskipun bukan penyakit, disleksia merupakan kondisi neurologis yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam belajar dan berinteraksi dengan bahasa tertulis. 

Penyebab Disleksia:

·                   Faktor Genetik:

Disleksia seringkali diturunkan dalam keluarga, menunjukkan adanya komponen genetik. 

·                  Perkembangan Otak:

Perbedaan dalam cara otak memproses informasi, terutama dalam pemrosesan fonologis (kemampuan mengenali bunyi bahasa), dapat menyebabkan disleksia. 

·                  Faktor Lingkungan:

Beberapa faktor lingkungan seperti kelahiran prematur atau terpapar zat tertentu saat dalam kandungan juga dapat meningkatkan risiko disleksia. 

Ciri-Ciri Disleksia:

·                   Kesulitan Membaca:

Kesulitan mengenali dan memahami kata-kata tertulis, seringkali membaca lambat dan membuat kesalahan. 

·                  Kesulitan Menulis:

Kesulitan dalam mengeja, menyusun kalimat, dan menyampaikan ide secara tertulis. 

·                 Kesulitan Memproses Bunyi:

Kesulitan dalam membedakan bunyi huruf atau suku kata, dan menggabungkannya menjadi kata-kata. 

·                  Kesulitan dalam Menyusun Urutan:

Kesulitan dalam mengingat urutan alfabet, nama bulan, atau langkah-langkah dalam suatu proses. 

Penting untuk diingat:

·         Disleksia bukan berarti kurang cerdas. Banyak individu dengan disleksia memiliki kecerdasan yang normal atau bahkan di atas rata-rata. 

·         Disleksia tidak dapat disembuhkan, tetapi dengan dukungan dan intervensi yang tepat, individu dengan disleksia dapat belajar membaca, menulis, dan berhasil dalam kehidupan. 

·         Dukungan dari keluarga, guru, dan terapis sangat penting bagi anak-anak dengan disleksia untuk mengembangkan kemampuan belajar dan mengatasi tantangan yang mereka hadapi. 

 

 

JPS, 10  Juli 2025.

2.  HIDUP ADALAH TANGGUNG JAWAB

https://youtube.com/shorts/92MSRf0bI4s?si=tEv05OxaENuI6qvd



JPS, 10  Juli 2025.


**********

4. BELAJAR DARI FORMASI SERIGALA

BELAJAR DARI  FORMASI  SRIGALA: PEMIMPIN BERADA DI BARIS PALING BELAKANG

https://youtube.com/shorts/PjQYpiXBaIw?si=31PUe4NOGf0r9Wcw



JPS, 10  Juli 2025.


********

5.  BELAJAR DARI  MISAKI ARAKAWA, WANITA CACAT, TANPA KAKI DAN LENGAN

https://www.youtube.com/watch?v=0i7nfseqk5g


Misaki  Arakawa. Demikian nama perempuan itu. Dia cacat karena kecelakaan mobil. Sebelumnya dia keliing  dunia sebagai penari sebelum mengalami kecelakaan. Ia yatim piatu. Ayah dan nya sudah meninggal. Ia tinggal di apartermen.   Ia mempekerjakan Bayu Hidayat, dari Banyuwangi - Jawa Timur, Indonesia   untuk merawatnya.  Perjumpaan mereka sebelumnya  sangat kaku, tetapi lama kelamaan luwes, hingga muncul rasa cinta.  Batu berhasil merebut hati  (jiwa)  Misaki. Misaki yang sudah tampak putus asa, kini mulai bersemangat. Bayu dan Misaki  berkolaborasi.  Karena  Misaki tidak ada tangan,  Bayu menolong  menulis apa yang dibicarakannya. Misaki perlahan menemukan makna hidupnya, bahkan bisa tampil di depan publik  untuk  memberikan seminar  tentang pemberdayaan orang sisabilitas. 
Bayu berhasil membuat Misaki untuk nisa menolong  dan menyelamatkan dirinya sendiri. 

Tujuan kehidupan kita, termsuk pendidikan  adalah  bagaimana  memberdayakan orang agar  bisa menolong  dirinya sendiri. 

JPS, 14 Juni 2025. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar